Uang Ratusan Ribu Hampir Ludes Karena Hipnotis

oleh

Sorotpublik.com – Pamekasan, Uang sejumlah 600.000 hampir ludes milik Orang tua dan adik kepala desa (Kades) Taro’an Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang terkana hipnotis oleh Peramal Gadungan.

Letnan Kolonel Armed Mawardi, Komandan Kodim 0826 Pamekasan mengatakan, kasus tersebut adalah dugaan penipuan yang mengandung unsur pemerasan terhadap orang tua Kades Sutina (58) yang dilakukan oleh Abdul Hafid (29) dan Suhai (46) warga Jalan Pintu Gerbang, Kelurahan Bugih dengan berpura-pura sebagai tukang ramal.

“Sekitar pukul 10.00 Wib yang bersangkutan mendatangi rumah Kades Taro’an, namun karena Kades lagi keluar ia ditemui oleh adik kades dan orang tua kades, sehingga disitu terjadi perbincangan yang akhirnya keduanya percaya kalau kedua tamu tersebut adalah orang pintar atau tukang ramal,” kata Mawardi dalam pers rilisnya, Senin (11/1/2016).

Keduanya diramal kalau mereka tengah punya masalah. Lalu korbanpun membenarkannya bahwa saat ini dirinya punya masalah, ingin menikah selalu gagal serta keberadaan tokonya tidak stabil.

“Keduanya lalu meminta bolpoin dan kertas untuk memberikan amalan dan jimat dengan tebusan uang Rp 1 juta untuk membeli kambing agar bisa terhindar dari permasalahan dimaksut,” paparnya.

Namun beberapa saat kemudian, kedua korban baru sadar kalau ia telah memberikan uang sebesar Rp 600.000 dan ia merasa terhipnotis sehingga tidak sadarkan diri kalau dirinya dimintai uang.

“Karena sudah sadar bahwa dirinya dihipnotis ia melaporkan ke anaknya (Kades Taro’an), sehingga kades langsung mengejar kedua pelaku tersebut,” tambah Mawardi.

Kedua pelaku tersebut berhasil ditemukan di Desa Candi Burung yang saat itu lagi melancarkan aktifitas yang sama. Untungnya beberapa orang yang diajak bicara belum memberikan uang.

Setelah itu kedua pelaku diamankan ke kantor kades Taro’an namun beberapa saat kemudian massa dari Desa Candi Burung banyak datang ke rumah kades Taro’an karena sudah banyak warga yang merasa tertipu oleh kedua tersangka.

“Karena massa yang Dari Desa Candi Burung semakin banyak akhirnya kedua tersangka dilaporkan ke Polsek Tlanakan. Namun karena keduanya masih mengelak maka langsung dilimpahkan ke Polres Pamekasan,” tutupnya. (Ar/Fin)

*MM