Tangkis Laut Rusak Parah, Banjir Menghantui Masyarakat Pesisir

Kamis, 27 April 2017 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Nanang

PAMEKASAN, SOROTPUBLIK.COM – Tangkis laut yang membentang di tepi pantai desa blaban dan tamberu Kecamatan Batu Marmar Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur rusak parah. Kerusakan tangkis laut yang dibangun beberapa tahun lalu dan tidak kunjung diperbaiki hingga saat ini, mulai dikeluhkan masyarakat pesisir pantai.

“Kami masyarakat pesisir sangat ketakutan karena kuwatir akan terjadi bencana banjir saat air laut pasang jika tangkis laut ini tidak segera diperbaiki oleh pemerintah,” Ucap Marsuki warga setempat, Kamis (27/04).

Marsuki menambahkan, ketakutan masyarakat sekitar pesisir akan terjadinya bencana banjir sangat menghantuinya hampir setiap waktu disetiap air laut pasang. Sebab, laut yang membentang luas di daerahnya itu merupakan lautan samudra hindia.

Camat Batu Marmar, Khusairi, saat dikonfirmasi jurnalis sorotpublik.com membenarkan bahwa tangkis laut yang membentang di dua desa tersebut rusak parah.

“Kerusakannya memang cukup parah karena hampir semuanya rusak. Kami juga sangat mengkuwatirkan keselamatan masyarakat pesisir di daerah tersebut akan bahaya bencana banjir tat kala nanti air laut pasang meningkat,” Jelas Khusairi Camat Batu Marmar.

Menurutnya, keberadaan tangkis laut dinilai sangat penting bagi masyarakat di wilayah pesisir. Sebab, pesisir di dua desa itu dinilai sangat terancam bangunan rumahnya jika ombak sedang pasang.

“Kamipun juga curiga dalam pengerjaan proyek tangkis laut ini ada yang tidak beres, sebab hasil serap informasi dari masyarakat bahwa proyek itu katanya memang rusak tak lama setelah pekerjaan selesai,” ungkapnya.

Menyikapi persoalan ini, pihaknya berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah ditingkat Kabupaten mengenai tindak lanjut penanganan tangkis laut. Harapannya, keluhan dan kekhawatiran para penduduk di pesisir bisa segera diatasi.

Hal senada juga di tegaskan oleh Kades Blaban, Moh Sukri. Menurutnya, tangkis laut cepat rusak akibat kualitasnya jelek. Sebab, kawat besi penyambung material tangkis laut karat dan akhirnya putus. Akibatnya, tangkis laut tidak kuat menahan pasir yang dibungkus menggunakan karung saat dihantam ombak. Bahkan, material tangkis laut sebagian terseret ombak.

“Saya harap pemerintah membangun lagi, karena yang sekarang sudah rusak parah, sepertinya tak mungkin jika diperbaiki,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Brantas Surabaya (BBWBS) Amir Hamzah saat dikonfirmasi sorotpublik Via WA mengungkapkan, pihaknya sudah melaporkan kerusakan tersebut pada 2016 lalu. Tapi, sampai sekarang belum ada keputusan dan kepastian.

Berita Terkait

Rokok Tanpa Pita Cukai Berkeliaran Dibeberapa Daerah
Proyek Irigasi Diduga Menggunakan Bahan Tidak Sesuai RAB
Proyek Irigasi di Kecamatan Pasongsongan Rusak Parah
Pemerintah Sumenep Mendapatkan Penghargaan BKN RI
Disdik Sumenep Gelar Pendampingan Pengelolaan Bos
Ma’ati Menjadi Korban Hipnotis Orang Tak Dikenal
Proyek Rabat Beton di Desa Lalangon Jadi Sorotan
Rabat Beton di Desa Lalangon Mulai Mengalami Kerusakan

Berita Terkait

Jumat, 25 April 2025 - 15:38 WIB

Rokok Tanpa Pita Cukai Berkeliaran Dibeberapa Daerah

Kamis, 24 April 2025 - 09:51 WIB

Proyek Irigasi Diduga Menggunakan Bahan Tidak Sesuai RAB

Rabu, 23 April 2025 - 10:54 WIB

Proyek Irigasi di Kecamatan Pasongsongan Rusak Parah

Senin, 21 April 2025 - 10:27 WIB

Pemerintah Sumenep Mendapatkan Penghargaan BKN RI

Minggu, 20 April 2025 - 12:36 WIB

Disdik Sumenep Gelar Pendampingan Pengelolaan Bos

Berita Terbaru

BERITA TERKINI

Rokok Tanpa Pita Cukai Berkeliaran Dibeberapa Daerah

Jumat, 25 Apr 2025 - 15:38 WIB

BERITA TERKINI

Proyek Irigasi Diduga Menggunakan Bahan Tidak Sesuai RAB

Kamis, 24 Apr 2025 - 09:51 WIB

BERITA TERKINI

Proyek Irigasi di Kecamatan Pasongsongan Rusak Parah

Rabu, 23 Apr 2025 - 10:54 WIB

BERITA TERKINI

Pemerintah Sumenep Mendapatkan Penghargaan BKN RI

Senin, 21 Apr 2025 - 10:27 WIB

BERITA TERKINI

Disdik Sumenep Gelar Pendampingan Pengelolaan Bos

Minggu, 20 Apr 2025 - 12:36 WIB