Pengunjung Anggap Tambak Berpotensi Merusak Keindahan Pantai Tanerros

oleh

Penulis: Heri/Kiki

SUMENEP, SOROTPUBLIK.COM – Pantai Tanerros di Desa Belluk Ares, Kecamatan Ambunten, Sumenep, Madura, Jawa Timur bisa jadi wisata alternatif liburan Natal dan Tahun Baru 2019. Namun sayang, keberadaan tambak di dekat lokasi wisata itu, dianggap pengunjung dan masyarakat sekitar berpotensi merusak keindahan pantai.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah seorang pengunjung merespon positif dikembangkannya Pantai Tanerros dengan berbagai fasilitas wisata yang mulai dibangun. Terbukti, meski masih ada sejumlah fasilitas, seperti tempat sampah yang tak memadai, pantai tersebut sudah dipadati pengunjung.

“Alhamdulillah, semakin bertambah tempat wisata membuat masyarakat punya alternatif. Kalau mau refreshing sekarang gak perlu jauh-jauhlah,” kata Syafani Gabrial Fadiyatullah, pengunjung asal Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Senin (24/12/2018).

Respon positif juga disampaikan Amin. Pengunjung asal Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten tersebut, sangat mendukung dengan dibangunnya Pantai Tanerros sebagai destinasi wisata.

“Sepengetahuan saya, alhamdulillah, hari demi hari semakin banyak pengunjungnya,” ungkap Amin.

Menurutnya, masyarakat melihat fasilitas sebagai acuan untuk berkunjung ke sebuah lokasi wisata. Dan hal itu sudah dilakukan di Pantai Tanerros dengan dibangun gazebo-gazebo dan spot-spot foto.

“Fasilitas itu menambah suasana enjoy, lebih nyaman, dan lebih rileks di tempat ini,” imbuh Amin.

Namun begitu, ia khawatir dengan keberadaan tambak milik investor yang berdekatan dengan lokasi wisata Pantai Tanerros. Ia sangat tidak setuju karena aktivitas tambak tersebut akan berdampak buruk pada kualitas air di sepanjang pantai.

“Kalau wisata ini, masyarakat sangat mendukung. Karena wisata ini mungkin masuk di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Tapi yang tambak ini saya sangat tidak setuju,” tegas Amin.

Karena itu, di tengah harapan wisata Pantai Tanerros dapat kian berkembang. Dampak buruk dari aktivitas tambak tersebut berangkali perlu pihak pengelola wisata pikirkan.

No More Posts Available.

No more pages to load.