Mengintip ‘Buruh Sangkul’ Yang Semuanya Perempuan

oleh

Penulis : Doess

SUMENEP, SOROTPUBLIK.COMPelabuhan Tanjung ini terletak di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, merupakan pelabuhan penyeberangan menuju ke sejumlah desa di Pulau Gili Genting dan Pulau Gili Labak.

Pulau Gili Genting sekarang terkenal dengan Destinasi wisatanya yakni Pantai Sembilan. Setiap harinya aktifitas di Pelabuhan Tanjung Saronggi tergolong padat, karena hanya pelabuhan inilah yang dijadikan tempat penyeberangan untuk sampai ke empat desa di pulau Gili Genting begitu juga sebaliknya. Bahkan juga ke Pulau Gili Labak.

Namun, yang tidak boleh ditinggalkan dalam padatnya aktifitas bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung adalah sejumlah sosok yang semuanya terdiri dari kaum para perempuan cukup umur, yang tak lain mereka adalah para ‘Buruh Sangkul’ yang menawarkan jasanya untuk membantu mengangkut barang bawaan penumpang dari dan menuju perahu.

Bila dilihat dari raut wajahnya, para ‘Buruh Sangkul’ ini semuanya sudah berumur. Umurnya dikisaran 50-70 tahun. Namun siapa sangka pekerjaan mereka itu sangat cekatan.

Bukan hanya itu saja, tetapi yang patut kita teladani adalah semangatnya dalam bekerja yang begitu kuat. Sehingga atau sangat Mungkin yang  ada dalam benaknya hanyalah demi kepuasan para si pemberi jasa.

Berdasarkan penuturan salah satu ‘Buruh Sangkul’ di Pelabuhan Tanjung Saronggi, Ibu Juhariyah (67) dirinya sudah puluhan tahun bekerja sebagai buruh di pelabuhan. Suka duka dialaminya selama 27 tahun bekerja.

“Suka bila si pemberi jasa memberi imbalan sesuai hatinya, sebaliknya dirasa sangat berduka bila si pemberi jasa dipertemukan dengan orang yang perhitungan,” ucapnya dengan nada lirih kepada Sorotpublik.com, Minggu (09/07).

Untuk jasa yang diberikan kepada penumpang perahu, dirinya mengaku tidak memasang tarif, dirinya beserta teman se profesinya bekerja berdasarkan hati.

“Kami tidak pernah minta banyak ke penumpang yang dibantu membawa barang bawaannya, apa yang ia kasih mungkin itu sudah rezeki kami,” tuturnya.

Dalam hitungan kasar lanjut Juhariyah, sehari bekerja bisa mengumpulkan uang Rp50 ribu bahkan lebih dan terendah kalau sepi di kisaran Rp20ribu.

“Di Pelabuhan Tanjung ini terdapat sekitar 15 orang buruh sangkul, setiap hari alhamdulillah dapat rejeki meski nominalnya tidak sama,” akunya.

Seperti diketahui, akhir-akhir ini Pelabuhan Tanjung Saronggi selalu ramai oleh para wisatawan yang akan berkunjung ke Pantai Sembilan Pulau Gili Genting. Sehingga ramainya wisatawan menjadi berkah tersendiri bagi para ‘Buruh Sangkul’.

“Alhamdulillah mas ramainya Pantai Sembilan merupakan berkah bagi kami,”ucapa Mistina tenaga ‘Buruh Sangkul’ yang lain.