Keseriusan Pemerintah Daerah Dipertanyakan

Rabu, 2 September 2015 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto dalam kondisi error

foto dalam kondisi error

SUMENEP, SOROTPUBLIK.COM – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur Moh. Ramsi, mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah (Pemkab) Sumenep, terkait rencana pengadaan lahan bandara di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean. Pasalnya, sampai saat ini untuk pembebasan lahan itu masih belum dilakukan.

”Sesuai informasi yang sampai pada kami, untuk pembebasan lahannya masih belum tuntas. Saat ini masih dalam proses penyelesaian,” tuturnya, (02/09/2018).

Menurutnya, bisa dipastikan harapan pemerintah untuk merealisasikan transportasi udara ditahun 2015 untuk rute Sumenep-Kangean terancam kandas. Sebab, diyakini meskipun pembebasan lahan untuk landasan pacu dan sejumlah sarana dan prasarana yang lain bisa diselesaikan tahun ini, namun pengoperasiannya belum tentu bisa dilakukan pada tahun yang sama.

”Proses rekomendsi ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Paling cepat satu tahun, bahkan ada di daerah lain ada yang sampai tiga tahun,” terangnya.

Sebab, pemerintah daerah masih konsen terhadap pembebasan lahan. Sementara anggran yang disediakan untuk pembanguna bandara perisntis di Pulau Kangean sebesar Rp 7,6 miliar, dana tersebut diambil dari dana APBD tahun 2015. Rinciannya, Rp 1,3 miliar untuk pembebasan lahan Bandara Al Busyro. Sementara untuk pembangunan sarana lainnya sebesar Rp 6,2 miliar.

Sesuai hasil survie bandara perintis itu akan dibangun di Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa, dan difungsikan sebagai bandara perintis. Panjang landasan pacu pesawat di lapter tersebut direncanakan sekitar 1.100 meter dengan lebar sekitar 20 meter. Sebelumnya Bupati Sumenep A. Busyro Karim memastikan, bulan Juni 2015, pesawat Susi Air bisa langsung melayani Rute Sumenep-Kangean. Hal itu mengingat semua persiapan sudah selesai dilakukan utamanya dalam hal tekhnisnya.

”Janji Bupati itu saya kira hanya halusinasi beliau saja. Buktinya, hingga saat ini pembebasan lahannya saja masih belum kelar dilakukan,” kata Badrul Aini salah satu Anggota DPRD Kabupaten Sumenep, asal Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean.

 

Penulis: Brewok
Editor: Heri

Berita Terkait

Satreskrim Polres Pamekasan Ringkus Pelaku Penganiayaan
Polres Pamekasan Tindak Tegas Ballap Liar dan Premanisme
Kripik Singkong Mulai Menembus Pasar Luar Daerah
Warga Bluto Ditemukan Tewas di Dalam Sumur
BIP Foundation Santuni 2.000 Anak Disabilitas
Polres Pamekasan Berhasil Ungkap Penipuan Sepeda Motor
LPK Meminta Bupati Sanksi Kepala DKP2KB Sumenep
Oknum LSM Gelapkan Sepeda Motor Milik Penjual Kopi

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:42 WIB

Satreskrim Polres Pamekasan Ringkus Pelaku Penganiayaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:10 WIB

Polres Pamekasan Tindak Tegas Ballap Liar dan Premanisme

Rabu, 29 April 2026 - 13:13 WIB

Kripik Singkong Mulai Menembus Pasar Luar Daerah

Senin, 27 April 2026 - 12:49 WIB

Warga Bluto Ditemukan Tewas di Dalam Sumur

Minggu, 26 April 2026 - 19:12 WIB

BIP Foundation Santuni 2.000 Anak Disabilitas

Berita Terbaru

BERITA TERKINI

Satreskrim Polres Pamekasan Ringkus Pelaku Penganiayaan

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:42 WIB

BERITA TERKINI

Polres Pamekasan Tindak Tegas Ballap Liar dan Premanisme

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:10 WIB

BERITA TERKINI

Kripik Singkong Mulai Menembus Pasar Luar Daerah

Rabu, 29 Apr 2026 - 13:13 WIB

BERITA TERKINI

Warga Bluto Ditemukan Tewas di Dalam Sumur

Senin, 27 Apr 2026 - 12:49 WIB

BERITA TERKINI

BIP Foundation Santuni 2.000 Anak Disabilitas

Minggu, 26 Apr 2026 - 19:12 WIB