BOS Terancam Tidak Cair, Kabid Ketenagaan Disdik Sumenep Turun Tangan

oleh
Kabid Pembinaan Katenagaan Disdik Sumenep, Drs. Moh. Saleh, M.M.Pd. saat mendatangi SDN Torbang II, Kecamatan Batuan, Sumenep. (Foto: Anis/SorotPublik)

Penulis: Anis/Kiki

SUMENEP, SOROTPUBLIK.COM – Hasil mutasi kepala sekolah yang menyisakan masalah pada serah terima jabatan antara Plt Kepala Sekolah dengan Kepala Sekolah definitif SDN Torbang II membuat pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, turun tangan.

Pasalnya, terkuak yang menjadi permasalahan sangat komplek di SDN Torbang II, Desa Torbang, Kecamatan Batuan itu, terkait kasus Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sebelumnya dijalankan oleh Plt Kepala Sekolah.

Dalam pembinaan yang dilakukan kepada seluruh guru dan penjaga sekolah di ruang guru, Jumat (25/01/2019) lalu, awalnya tidak dihadiri oleh mantan Plt Kepala SDN Torbang II, Saleh S.Pd. Sehingga, hal tersebut menimbulkan pertanyaan bagi Kabid Pembinaan Ketenagaan, Drs. Moh. Saleh, M.M.Pd yang hadir waktu itu.

Namun, akhirnya Kepala Sekolah definitif SDN Torbang II, Hidayah memberikan informasi bahwa yang bersangkutam masih dipanggil oleh Inspektorat Sumenep mengenai kasus BOS yang dilaporkan oleh komite sekolah.

“Sekarang sudah dalam perjalanan menuju sekolah,” kata Hidayah, Jumat (25/01/2019) lalu.

Setelah itu, kegiatan pembinaan tersebut dilanjutkan. Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdik Sumenep, Drs. Moh. Saleh, M.M.Pd. dalam kesempatan tersebut mengharapkan agar kepala sekolah yang baru bisa mengelola keuangan BOS secara terbuka dan tepat sasaran penggunaannya.

“Supaya hal yang sekarang terjadi dalam kasus pengelolaan keuangan oleh Plt sekolah ini tidak bermasalah lagi dan dilaporkan oleh ketua komitenya,” Jelas Saleh.

Pihaknya juga mengharapkan para guru dan kepala sekolah harus bekerja sama untuk dapat meningkatkan mutu dan kualitas SDN Torbang II. Kasus keuangan BOS yang sudah ramai di media online itu, sepatutnya menjadi pelajaran yang sangat penting.

“Sekolah jangan menjadi seperti toko, banyak memiliki stempel untuk menyiasati laporan penggunaan uang BOS. Sudah waktunya kita bekerja dengan sistem keterbukaan,” pesan Saleh.

Masih kata Kabid Pembinaan Katenagaan Disdik Sumenep itu, sekolah sudah harus berhenti bermain-main. Keuangan BOS harus digunakan sesuai juknisnya biar tidak menjadi temuan oleh badan pemeriksa keuangan (BPK).

“Dan jangan murid menjadi korban dalam mejalankan kebijakan. Nanti setelah dua bulan saya akan datang mengevaluasi kembali,” tegas Saleh dengan nada tinggi.

Sementera itu, Hidayah, kepala sekolah definitif yang baru dilantik, mengajak guru berjanji dan berkomitmen untuk dapat memajukan sekolah sehingga SDN Torbang II dapat berprestasi.

“Saya mengajak semua elemen yang ada di sekolah ini dapat mendukung program yang sudah ada di RKS, supaya nanti pada dua bulan berjalan evaluasi yang akan dilaksanakan oleh Diknas sesuai harapan yang mengacu pada semua peraturan yang ada,” ungkap Hidayah, penuh harap.