Angka Perceraian di Cirebon Tahun 2018 Meningkat, Ini Faktor Utamanya

Sabtu, 22 Desember 2018 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengadilan Agama Sumber Kelas 1A. (Foto: Sigit/SorotPublik)

Pengadilan Agama Sumber Kelas 1A. (Foto: Sigit/SorotPublik)

Penulis: Sigit/Kiki

CIREBON, SOROTPUBLIK.COM – Jumlah perceraian di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat diprediksi terus meningkat. Hal tersebut mengacu pada tingginya jumlah perkara gugatan dan permohonan cerai hingga akhir tahun 2018 ini.

Panitera Muda Pengadilan Agama Sumber Kelas 1A, Atikah Komariah mengatakan, kasus perceraian tersebut didominasi cerai gugat yang dilatarbelakangi faktor ekonomi. Dan berdasarkan data dari Januari hingga per 20 Desember 2018 lalu, jumlahnya memang cukup mencengangkan.

“Kita per hari ini, ada perkara gugatan sekitar 7.425 dan sampai dengan hari ini yang mendaftar di pengadilan itu digugat. Kalau di permohonan sekitar 420 perkara,” katanya di Kantor Pengadilan Agama Sumber Kelas 1A, Jumat (21/12/2018) kemarin.

Jika jumlah tersebut ditotal, lanjut Atikah, semuanya mencapai 7.845 perkara hingga per 21 Desember 2018. Dari jumlah tersebut, ada banyak faktor yang memicu peningkatan perceraian, namun didominasi faktor ekonomi.

“Banyak istri yang menggugat karena faktor ekonomi. Katanya suaminya tidak bisa memberikan nafkah dengan baik, tidak bisa memenutuhi kebutuhan rumah tangga,” terangnya.

Berdasarkan faktor perceraian tersebut, Atikah berpesan kepada masyarakat Kabupaten Cirebon, khususnya bagi pasangan muda-mudi yang akan menikah, agar dipikirkan dengan matang.

“Yang namanya menikah itu tidak gampang. Menikah itu tidak hanya hidup membina bahtera rumah tangga saja, akan tetapi banyak permasalahanya yang akan dihadapi setelah pernikahan yang mereka (calon pengantin) belum tahu sebelumnya,” ungkap dia.

“Jadi, tolong matangkan dulu jika seandainya belum cukup umur. Jika seandainya belum siap menikah jangan menikah dulu. Siapkan dulu jasmaninya, rohaninya, ekonominya dan mentalnya, supaya jangan sampai baru satu tahun, dua tahun menikah terus digugat cerai ke Pengadilan Agama,” sambung Atika menutup perbincangan.

Berita Terkait

Polres Pamekasan Tindak Tegas Ballap Liar dan Premanisme
Kripik Singkong Mulai Menembus Pasar Luar Daerah
Warga Bluto Ditemukan Tewas di Dalam Sumur
BIP Foundation Santuni 2.000 Anak Disabilitas
Polres Pamekasan Berhasil Ungkap Penipuan Sepeda Motor
LPK Meminta Bupati Sanksi Kepala DKP2KB Sumenep
Oknum LSM Gelapkan Sepeda Motor Milik Penjual Kopi
Kepala DKP2KB Sumenep Tidak Berani Berikan Sanksi

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:10 WIB

Polres Pamekasan Tindak Tegas Ballap Liar dan Premanisme

Rabu, 29 April 2026 - 13:13 WIB

Kripik Singkong Mulai Menembus Pasar Luar Daerah

Senin, 27 April 2026 - 12:49 WIB

Warga Bluto Ditemukan Tewas di Dalam Sumur

Minggu, 26 April 2026 - 19:12 WIB

BIP Foundation Santuni 2.000 Anak Disabilitas

Kamis, 23 April 2026 - 05:02 WIB

LPK Meminta Bupati Sanksi Kepala DKP2KB Sumenep

Berita Terbaru

BERITA TERKINI

Polres Pamekasan Tindak Tegas Ballap Liar dan Premanisme

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:10 WIB

BERITA TERKINI

Kripik Singkong Mulai Menembus Pasar Luar Daerah

Rabu, 29 Apr 2026 - 13:13 WIB

BERITA TERKINI

Warga Bluto Ditemukan Tewas di Dalam Sumur

Senin, 27 Apr 2026 - 12:49 WIB

BERITA TERKINI

BIP Foundation Santuni 2.000 Anak Disabilitas

Minggu, 26 Apr 2026 - 19:12 WIB

HUKUM & KRIMINAL

Pelaku Curanmor di Pademawu Diringkus Polisi

Sabtu, 25 Apr 2026 - 17:44 WIB