Warga Majalengka Temukan Sosok Jasad Bayi, Polisi Menduga Hasil Hubungan Gelap

oleh
Petugas Polsek Maja memasang police line di lokasi ditemukannya jasad bayi perempuan di Desa Pagaraji, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. (Foto: Sigit/SorotPublik)

Penulis: Sigit/Kiki

MAJALENGKA, SOROTPUBLIK.COM – Warga Desa Pageraji, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat temukan sosok mayat bayi berjenis kelamin perempuan di area Sungai Cipada. Jasad bayi malang tersebut ditemukan tak jauh dari pemukiman warga di Blok Singajaya, Senin siang (19/11/2018).

Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono S.IK, M.Si melalui Kapolsek Maja, Iptu Mulyono, membenarkan penemuan mayat bayi tersebut bermula dari adanya laporan warga setempat sekitar pukul 08.30 WIB. Posisi mayat yang berada di pinggiran sungai pertama kali terlihat oleh Saroh (50), seorang ibu rumah tangga sekaligus warga setempat.

“Saat itu ia (Saroh, red) sangat terkejut melihat sosok jasad yang masih bayi berjenis kelamin perempuan. Kemudian ia memberi kabar ke warga lain dan melaporkan kejadian itu ke warga lainnya yaitu Dede Budiman (56) yang seterusnya melaporkan ke Polsek Maja,” terang Iptu Mulyono, Senin (19/11/2018).

Kapolsek Maja itu menuturkan, keterangan dari hasil pemeriksaan tim dokter Puskesmas Maja dan Inafis Polres Majalengka menduga mayat bayi perempuan tersebut diperkirakan telah meninggal dunia sudah lebih dari 72 jam atau sekitar 3 hari. Sebab, kondisi fisik bayi sudah dalam keadaan bau sangat menyengat dan sudah membusuk pula.

“Dari hasil pemeriksaan tim medis, mayat bayi tersebut berjenis kelamin perempuan, tinggi 63 cm, panjang ari-ari 60 cm dan masih menempel tali pusar jabang bayi yang masih melekat di perutnya dan ada luka lecet pada bagian dahi,” ujar Iptu Mulyono.

Berdasarkan ciri-ciri jasad yang disebutkan tim medis dan pihak kepolisian, ditambah hasil keterangan saksi-saksi saat olah TKP, sementara ini polisi menduga mayat bayi perempuan itu hasil dari hubungan gelap. Sedangkan pelaku, kemungkinan dari warga setempat atau warga luar Desa Pageraji yang memang sengaja membuang bayi tersebut.