Plafon Ambruk, Perbaikan SDN Tambaagung Barat I Belum Direspon Disdik Sumenep

oleh
Salah satu atap bangunan SDN Tambaagung Barat I, Kecamatan Ambunten, Sumenep yang mengalami kerusakan. (Foto: Heri/SorotPublik)

Penulis: Heri/Kiki

SUMENEP, SOROTPUBLIK.COM – Kondisi SDN Tambaagung Barat I, Kecamatan Ambunten, Sumenep, Madura, Jawa Timur, sungguh memprihatinkan. Pasalnya, kerusakan bangunan sekolah tersebut mencapai 55 persen, namun upaya perbaikan belum direspon oleh Pemerintah.

Kepala SDN Tambaagung Barat I, Amin Jakfar mengatakan, kondisi baik dari bangunan sekolah yang dipimpinnya itu bisa dibilang hanya tinggal 45 persen saja. Terutama pada bagian atap bangunan yang sudah mengalami kerusakan di mana-mana.

“Di antaranya plafon. Kira-kira sebulan lalu plafon ambruk kena 2 orang murid, untung tidak luka,” paparnya, Senin (12/11/2018).

Terkait kondisi tersebut, Amin mengaku memang belum melaporkan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep. Sebab sejauh ini, pihaknya sudah mengajukan rehabilitasi bangunan sebanyak dua kali, namun masih tak ada respon sama sekali.

“Belum ada (pihak Disdik yang datang, red). Ya itu, saya menghubungi melalui koordinator (Disdik), masih suruh nunggu,” tuturnya.

Amin berharap, permohonan rehabilitasi bangunan SDN Tambaagung Barat I tersebut segera direspon dinas terkait. Sebab, hal itu berkenaan dengan keselamatan murid-muridnya, yang setiap tahun jumlahnya juga terus meningkat.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdik Sumenep, Fajarisman mengimbau pihak sekolah agar selalu melakuan pemeliharan bangunan supaya proses kegiatan belajar mengajar (KBM) bisa berjalan lancar.

Pemerintah menurutnya, akan melakukan pembenahan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan negara. Namun, itu dilakukan sesuai dengan domain dan tingkat kerusakan yang ada.

“Untuk 45 (persen) ke atas itu memang domain pemerintah secara khusus, tapi kalau 45/35 ke bawah itu sudah menjadi tanggung jawab sekolah. Artian sebelum menuju rusak yang sedang, sekolah wajib hukumnya untuk melakukan pemeliharaan,” jelasnya, Senin (12/11/2018).

Kepala sekolah, lanjut Fajar, seharusnya merencanakan dan menginventarisir dengan baik potensi-potensi sekolah yang ada. Tujuannya, agar kerusakan kecil yang terjadi bisa segera diindetifikasi dan diatasi supaya tidak tambah parah.

“Sepeti yang saya sampaikan di awal tadi, potensi-potensi yang ada dimaksimalkan. Artian, menjaga dan memelihara sekolah itu dengan baik,” tegas Fajar.