Pemkab SBB Gelar Safari Ramadhan 1440 H Bersama Warga Desa Waimital

oleh
Suasana kegiatan Safari Ramadhan 1440 H oleh Pemkab Seram Bagian Barat (SBB) bersama warga Desa Waimital, Kecamatan Kairatu. (Foto: Fitrah/SorotPublik)

Penulis: Fitrah/Kiki

SBB, SOROTPUBLIK.COM – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku menggelar Safari Ramadhan perdana di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, yang berlangsung di halaman Masjid Nurul Falah Waimital, Sabtu (11/05/2019) kemarin.

Hadir langsung pada acara tersebut Sekertaris Daerah (Sekda) Mansur Tuharea, didampingi para asisten dan pimpinan OPD di lingkungan Pemkab SBB, serta Camat Kairatu, Kapolsek Kairatu, dan Danramil Kairatu.

Selain itu, hadir pula Kepala Kamenag Taslim Tuasikal, Ketua Baznas SBB, Ketua MUI, Ketua Klasis Kairatu, Imam Masjid, Tokoh Agama, dan lapisan masyarakat Waimital tanpa hadirnya Bupati dan Wakil Bupati SBB Moh Yasin Payapo dan Timotius Akerina.

Bupati SBB Moh Yasin Payapo dalam sambutan yang disampaikan Sekda Mansur Tuharea mengucapakan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat Kairatu yang berkesempatan hadir pada hari baik beragama Muslim maupun Nasrani itu untuk melakukan buka puasa bersama di bulan yang penuh berkah.

Kegiatan tersebut, kata dia, dilakukan untuk memupuk kebersamaan, sehingga tali silaturahmi seluruh warga Kabupaten SBB, khususnya di Desa Waimital, terus terjaga sampai kapanpun.

“Di bulan yang penuh berkah, marilah kita semua saling meminta maaf satu sama lain, ciptakan rasa damai dalam hati masing-masing, buanglah rasa dengki iri hati antar sesama, sehingga kita terus jaga dan Kasi Bae Saka Mese Nusa,” kata Sekda Mansur Tuharea saat membacakan sambutan Bupati SBB.

Sementara terkait bentrok yang terjadi di beberapa tempat, Tuharea menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah telah melakukan upaya-upaya perdamaian. Namun, keberhasilan upaya itu pada akhirnya perlu dibarengi kesadaran daripada pihak-pihak yang bertikai.

“Kami dari unsur Pemda SBB telah berupaya untuk mendamaikan wilayah yang terjadi bentrok antar warga. Tetapi hingga saat ini belum ada kejelasan dan hal ini berpulang kepada pribadi masing-masing bagaimana langkah terbaiknya,” jelas Tuharea.

“Perlu diketahui kita semua merupakan orang basudara. Jangan ada laeng benci laeng, mari sama-ama baku gandeng tangan saling menopang agar kita ciptakan perdamaian di Maluku, khususnya di Saka Mese Nusa tercinta ini,” imbuhnya, mengajak warga.

Selanjutnya dalam tausiah Kepala Kementrian Agama SBB, Taslim Tuasikal menyingung soal dunia maya. Dikatakannya, media sosial harus dipakai tepat sasaran atau ke hal-hal yang positif, sehingga ada orang yang membaca tidak merasa tersinggung dan sebagainya.

“Dan untuk menepis penyalanggunaan media sosial, pemerintah telah mengatur dengan Undang-undang ITE dan berujung ke pidana,” jelas dia.

Tuasikal mengimbau agar semua pihak menciptakan kedamaian dengan cara saling menghargai satu sama lain. Jangan sampai mengujar kebencian antar sesama, apalagi menggunakan media sosial sebagai sarana propaganda.

“Oleh karena itu, marilah kita menjaga kerukunan antar umat beragama, antar sesama di Kabupaten SBB untuk saling menghargai, sehingga tercipta kedamaian yang sejuk dalam hati kita,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.