Masyarakat Keluhkan Biaya Kepengurusan Prona

Kamis, 12 Januari 2017 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Nanang

PAMEKASAN, SOROTPUBLIK.COMProyek Operasi Nasional Aggraria ( PRONA ) di Desa Branta Pesisir Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur, mulai dikeluhkan oleh masyarakat setempat, lantaran dalam kepengurusannya dikenai biaya hingga ratusan ribu rupiah untuk bisa memperoleh sertipikat kepemilikan tanah.

Juma’ati 50 tahun, satu diantara puluhan masyarakat desa branta pesisir yang mengikuti program prona tersebut mengaku telah dimintai biaya sebesar Rp.400.000,- ( empat ratus ribu rupiah ) oleh pihak aparatur desa setempat. Pasalnya, biaya yang diminta oleh aparat desa setempat kepada masyarakat pemohon prona diklaim akan dipergunakan sebagai biaya untuk kepengurusan prona agar bisa mendapatkan sertifikat tanah hak milik pemohon prona.

“Kami sebagai warga desa yang bodoh, ya hanya bisa manut dan mengikuti semua peraturan yang diatur oleh desa branta pesisir, karena kami juga takut salah jika menentang. Yang penting kami semua masyarakat pemohon prona bisa mendapatkan hak kami secara lancar dan tertib untuk bisa memiliki sertifikat kepemilikan tanah kami yang sah seperti yang telah dijanjikan oleh aparat desa kami,” Terang Juma’ati mewakili masyarakat pemohon prona yang senasib dengan dirinya.

Keluhan masyarakat desa branta pesisir ini menguat karena merasa dibodohi oleh aparat pemerintah desa setempat yang telah memintai biaya prona yang akngkanya hingga ratusan ribu rupiah.

Mereka berang, lantaran sertifikat tanah tanda bukti kepemilikan tanah yang sah secara hukum yang mereka harapkan bisa kenyataan melalui program prona tersebut, hingga saat ini belum dimilikinya. selain itu, masyarakat pemohon prona juga merasa kesal dan kecewa terhadap pemerintah desa setempat yang telah membodohinya bahwa program prona adalah program pemerintah yang sifatnya gratis untuk masyarakat ekonomi menengah kebawah.

Berita Terkait

Kadisdik Restui Study Tour SMPN 1 Sumenep
Kapolres Datangi Bupati Kabupaten Sumenep
Pengendara Sepeda Motor Seruduk Mobil Tronton
Puluhan Pohon di Wilayah Pantura Tumbang
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Diduga Mencari Pencitraan
Warga Desa Campaka Tolak Pembangunan Tower
Stetmen Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Dipertanyakan
Puskesmas Ambunten Gelar Pembahasan Standard Pelayanan

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 07:26 WIB

Kadisdik Restui Study Tour SMPN 1 Sumenep

Senin, 19 Januari 2026 - 21:05 WIB

Kapolres Datangi Bupati Kabupaten Sumenep

Rabu, 14 Januari 2026 - 06:20 WIB

Pengendara Sepeda Motor Seruduk Mobil Tronton

Senin, 12 Januari 2026 - 09:29 WIB

Puluhan Pohon di Wilayah Pantura Tumbang

Jumat, 9 Januari 2026 - 05:11 WIB

Warga Desa Campaka Tolak Pembangunan Tower

Berita Terbaru

BERITA TERKINI

Kadisdik Restui Study Tour SMPN 1 Sumenep

Selasa, 20 Jan 2026 - 07:26 WIB

BERITA TERKINI

Kapolres Datangi Bupati Kabupaten Sumenep

Senin, 19 Jan 2026 - 21:05 WIB

Ilustrasi kecelakaan motor

BERITA TERKINI

Pengendara Sepeda Motor Seruduk Mobil Tronton

Rabu, 14 Jan 2026 - 06:20 WIB

PEMERINTAHAN

Bumdes Bunga Desa Gelar Musyawarah Desa dan Santunan Anak Yatim

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:21 WIB

BERITA TERKINI

Puluhan Pohon di Wilayah Pantura Tumbang

Senin, 12 Jan 2026 - 09:29 WIB