Kesaksian Bimanesh, Ungkap Skenario Fredrich

Kamis, 19 April 2018 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis: Dzulfiqar

Jakarta, SOROTPUBLIK.COM – Lanjutan sidang kasus Obstruction of Justice (menghalangi penyidikan) perkara mega korupsi e-KTP kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Kamis 19 April 2018.

Dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo yang kali ini menjadi saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk terdakwa, Fredrich Yunadi.

Dalam kesaksiannya, dokter Bimanesh mengaku bingung saat menangani Novanto (klien Fredrich kala itu). Pasalnya, Fredrich yang semula mengatakan Novanto butuh penanganan medis karena Hipertensi, tiba-tiba berganti menjadi karena kecelakaan.

“Habis solat ashar saya tidur, ketika saya sedang tidur hampir maghrib terbangun oleh telepon terdakwa (Fredrich Yunadi), kemudian terdakwa mengatakan “Dok skenarionya kecelakaan”, dan dia langsung tutup telepon nya,” kata Bimanesh di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (19/04/2018).

Pada sidang sebelumnya, Jaksa KPK juga sempat menghadirkan salah satu pegawai kantor hukum Yunadi & Associated, Achmad Rudyansyah yang pernah bersaksi bahwa dirinya diperintah Fredrich untuk mengecek kamar VIP di Rumah Sakit Medika Permata Hijau yang kemudian digunakan untuk mengamankan Setya Novanto.

Atas perbuatannya, Fredrich didakwa dengan Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Adapun Setnov, dituntut penjara 16 tahun, pencabutan hak politik selama lima tahun dan denda Rp1 miliar serta pengembalian uang US$7,3 juta karena terbukti terlibat dalam skandal korupsi yang merugikan negara senilai Rp 2,3 triliun itu.

Berita Terkait

Satreskrim Polres Pamekasan Ringkus Pelaku Penganiayaan
Polres Pamekasan Tindak Tegas Ballap Liar dan Premanisme
Pemerintah Sumenep Fokus Tanam Bibit Mente di Beberapa Titik
Kripik Singkong Mulai Menembus Pasar Luar Daerah
Warga Bluto Ditemukan Tewas di Dalam Sumur
BIP Foundation Santuni 2.000 Anak Disabilitas
Polres Pamekasan Berhasil Ungkap Penipuan Sepeda Motor
LPK Meminta Bupati Sanksi Kepala DKP2KB Sumenep

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:42 WIB

Satreskrim Polres Pamekasan Ringkus Pelaku Penganiayaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:10 WIB

Polres Pamekasan Tindak Tegas Ballap Liar dan Premanisme

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:04 WIB

Pemerintah Sumenep Fokus Tanam Bibit Mente di Beberapa Titik

Rabu, 29 April 2026 - 13:13 WIB

Kripik Singkong Mulai Menembus Pasar Luar Daerah

Senin, 27 April 2026 - 12:49 WIB

Warga Bluto Ditemukan Tewas di Dalam Sumur

Berita Terbaru

BERITA TERKINI

Satreskrim Polres Pamekasan Ringkus Pelaku Penganiayaan

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:42 WIB

BERITA TERKINI

Polres Pamekasan Tindak Tegas Ballap Liar dan Premanisme

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:10 WIB

BERITA TERKINI

Pemerintah Sumenep Fokus Tanam Bibit Mente di Beberapa Titik

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:04 WIB

BERITA TERKINI

Kripik Singkong Mulai Menembus Pasar Luar Daerah

Rabu, 29 Apr 2026 - 13:13 WIB

BERITA TERKINI

Warga Bluto Ditemukan Tewas di Dalam Sumur

Senin, 27 Apr 2026 - 12:49 WIB