Hujan-hujanan Mahasiswa DemoTolak Impor Garam

0
458
  • Penulis : Doess

Sumenep, SOROTPUBLIK.COM – Kebijakan impor garam oleh pemerintah mendapatkan perhatian serius dari mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen (Gempar) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Versi mahasiswa, kebijakan impor dari Australia tersebut dinilai kebijakan keliru, karena dapat menjatuhkan harga garam lokal, terlebih selama ini kerap didengar adanya praktik penyalahgunaan impor itu sendiri.

“Kami mahasiswa dan petani garam dengan tegas menolak impor garam, dan kami juga meminta DPRD ikut menolak,” teriak orator aksi, Busaki, Selasa (13/03/2018).

Selain menyampaikan penolakan impor garam, mereka juga menuntut agar penegak hukum mengusut tuntas mafia garam yang diduga selama ini mempermainkan harga garam.

“Kami juga meminta, kembalikan regulasi impor garam seperti semula, wajibkan importir membeli garam lokal dalam kategori garam konsumsi,” katanya.

Sementara Angggota Komisi II DPRD Sumenep, Bambang Prayogi, saat menemui pengunjukrasa menyatakan, masalah impor garam tidak dapat diselesaikan hanya dengan unjuk rasa dan orasi, tapi harus duduk bersama dan berdiskusi bersama.

“Masalah impor garam harus menjadi perhatian semua mahasiswa dan DPRD di Madura, sehingga sikap penolakan harus tersusun sistematis dalam sebuah hasil kajian,” ucapnya.

Menurut Bambang, yang harus dilawan dari kebijakan impor garam bukan hanya masalah impornya, melainkan yang berkaitan dengan mafia dan pihak-pihak yang menyalahgunakan impor garam.

Namun demikian, meskipun Komisi II membuka pintu untuk melakukan diskusi terkait dengan sikap penolakan atas impor garam, mahasiswa enggan masuk ke Komisi II, dan hanya berjanji akan datang lagi.

LEAVE A REPLY