Bersama Istri, Bupati Sumenep Jalan Kaki Nyoblos ke TPS 11 Kelurahan Pajagalan

oleh
Bupati Sumenep KH A. Busyro Karim bersama Istri, Nurfitriana menunjukkan jari tangannya pertanda sudah melakukan pencoblosan pada Pemilu 2019. (Foto: Ist/SorotPublik)

Penulis: Mi/Kiki

SUMENEP, SOROTPUBLIK.COM – Bupati Sumenep, KH A. Busyro Karim bersama istrinya, Nurfitriana melakukan pencoblosan di TPS 11 Kelurahan Pajagalan, dengan berjalan kaki dari Rumah Dinasnya di Jl. Jenderal Sudirman, Lingkungan Delama, Pajagalan, Kecamatan Kota, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Sesampainya di lokasi TPS 11, kedatangan Bupati bersama istri dan didampingi kedua putrinya disambut Kajari Sumenep Bambang Panca Wahyudi Hariyadi, SH, MH didampingi Kasi Intel Kejari Novan Bernadi SH, dan seluruh panitia TPS.

Loading…

Tidak ada perbedaan pelayanan, Bupati bersama istri langsung memberikan undangan kepada panitia dan juga ikut antre duduk bersama pemilih lainnya. Untuk di TPS 11 Kelurahan Pajagalan, jumlah pemilih sebanyak 227 orang, terdiri dari 108 orang pemilih laki-laki, 119 orang pemilih perempuan, dan 4 tempat bilik suara.

Usai pencoblosan, Bupati Busyro menyampaikan, perasaan terkait dengan Pemilu serentak di tahun 2019 ini biasa-biasa saja. Namun ada rasa tanggung jawab yang lebih besar, karena akan menyangkut tentang kebijakan-kebijakan Nasional 5 tahun ke depan.

“Memang ada rasa tanggung jawab yang lebih besar untuk menyempurnakan, baik kekurangan dan lebih meningkatkan lagi yang sudah baik,” ujarnya, Rabu (17/04/2019).

Menurut Bupati, di dalam berbangsa dan bernegara memang harus memiliki rasa tanggungjawab yang besar untuk memajukan Bangsa dan Negara. Sedangkan bagi penyelenggara, orang nomor satu di Sumenep itu menyilakan untuk bekerja sesuai dengan aturan.

“Saya berharap tidak ada kekerasan, baik itu kekerasan fisik maupun kekerasan nonfisik. Dibawa tenang-tenang saja, akan tetapi tetap memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan.