Sofyan Muhammadia: PPI Bukan Lembaga Asal Main Copot

Senin, 29 Juli 2019 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Buru, Sofyan Mohammadia, SE bersama jajaran pengurus PPI Kabupaten Buru. (Foto: Adam S/SorotPublik)

Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Buru, Sofyan Mohammadia, SE bersama jajaran pengurus PPI Kabupaten Buru. (Foto: Adam S/SorotPublik)

Penulis: Adam S/Kiki

BURU, SOROTPUBLIK.COM – “PPI bukan lembaga asal copot”. Pernyataan ini ditegaskan oleh Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Buru, Sofyan Muhammadia, SE saat memberikan penjelasan dengan nada yang keras di hadapan wartawan, Senin (29/07/2019).

Sofyan menyampaikan demikian bukan tanpa alasan. Ia menilai para purna paskibraka selama ini sering kali main copot sana-sini untuk kepentingan kegiatan lain.

“PPI adalah lembaga yang resmi telah terbentuk kepengurusan beberapa bulan yang lalu hingga di-SK-kan oleh penggurus provinsi. Artinya jelas lembaga ini sah di mata hukum,” tegasnya.

Karena itu, sipapun yang dengan sengaja maupun tidak mencoba mengambil para purna paskibraka untuk kepentingan kegiatan apapun, Sofyan menegaskan harus ada surat masuk kepada PPI Buru. Sebab, mereka yang sudah terlepas dari pengibaran 17 Agustus, secara lansung telah masuk dalam kelembagaan PPI.

“Sebut saja kegiatan BUMN saat ini, kabar angin yang kami dapatkan bahwa BUMN mau menjalankan HUT RI yang nanti di tanggal 17 Agustus 2019 di Kabupaten Buru,” ungkapnya.

Informasi yang dikantongi Sofyan, BUMN telah melakukan koordinasi dengan Kodim Namlea untuk meminta pelatihan anak-anak paskibraka/purna. Padahal kalau melibatkan anak-anak paskibraka atau purna, maka sudah tentu akan melibatkan PPI secara kelembagaan.

“Jadi siapapun dia, jika saja melibatkan jasa para purna, harus menyurati PPI sebagai lembaga yang resmi,” imbuhnya.

Merespon kabar itu, selaku Ketua PPI Kabupaten Buru, Sofyan akan melayangkan surat kepada EO BUMN agar bisa dapat membicarakan terkait keterlibatan anak-anak paskibraka atau purna di lapangan nanti.

“Saya tidak mau ada oknum-oknum yang hanya memanfaatkan kondisi ini, apalagi PPI tidak terlibat. Kita kawal, dan jika ada yang memanfaatkan jasa para purna, maka saya siap melawannya,” tegas Sofyan.

Berita Terkait

Komoditi Jeruk Terus Menjadi Perhatian Serius
Satreskrim Polres Pamekasan Ringkus Pelaku Penganiayaan
Polres Pamekasan Tindak Tegas Ballap Liar dan Premanisme
Pemerintah Sumenep Fokus Tanam Bibit Mente di Beberapa Titik
Kripik Singkong Mulai Menembus Pasar Luar Daerah
Warga Bluto Ditemukan Tewas di Dalam Sumur
BIP Foundation Santuni 2.000 Anak Disabilitas
Polres Pamekasan Berhasil Ungkap Penipuan Sepeda Motor

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

Komoditi Jeruk Terus Menjadi Perhatian Serius

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:42 WIB

Satreskrim Polres Pamekasan Ringkus Pelaku Penganiayaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:10 WIB

Polres Pamekasan Tindak Tegas Ballap Liar dan Premanisme

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:04 WIB

Pemerintah Sumenep Fokus Tanam Bibit Mente di Beberapa Titik

Rabu, 29 April 2026 - 13:13 WIB

Kripik Singkong Mulai Menembus Pasar Luar Daerah

Berita Terbaru

BERITA TERKINI

Komoditi Jeruk Terus Menjadi Perhatian Serius

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

BERITA TERKINI

Satreskrim Polres Pamekasan Ringkus Pelaku Penganiayaan

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:42 WIB

BERITA TERKINI

Polres Pamekasan Tindak Tegas Ballap Liar dan Premanisme

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:10 WIB

BERITA TERKINI

Pemerintah Sumenep Fokus Tanam Bibit Mente di Beberapa Titik

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:04 WIB

BERITA TERKINI

Kripik Singkong Mulai Menembus Pasar Luar Daerah

Rabu, 29 Apr 2026 - 13:13 WIB