Puluhan Massa Desak Pemkab Situbondo Tutup Lokalisasi

Jumat, 16 Maret 2018 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Ainur

Situbondo, SOROTPUBLIK.COM – Sekitar 30 massa yang tergabung Gerakan Perlawanan Situbondo Anti KORUPSI: Edukasi, Resistensi dan Advokasi (GP Sakera) mengegelar aksi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Jawa Timur untuk mendesak Bupati agar menutup tempat lokalisasi GS.

Syaiful Bahri Ketua Umum GP Sakera menyampaikan, aksi tersebut merupakan lanjutan dari aksi 11 Desamber 2017 terkait kurangnya keseriusan Pemkab dalam menjalankan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Situbondo Nomer 27 Tahun 2004 tentang pelarangan pelacuran.

“Ada tiga tuntutan yang ingin kami sampaikan kepada Bupati. Pertama, bersikap adil dan transparan tanpa tebang pilih terhadap kebijakan penutupan tempat prostitusi. Kedua, ‎segara menutup semua tempat lokalisasi di Kabupaten Situbondo terutama Gunung Sampan (GS). Ketiga, mengusut pelaku atau oknum yang ada dibelakang berjalannya Gunung Sampan (GS),” tegas Syaiful Bahri. Jum’at, (16/03/2018).

Disamping itu, Dr. H. Syaifullah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Situbondo, mewakili Bupati menyampaikan terimakasih kepada demonstran karena telah memberikan masukan untuk perbaikan Situbondo lebih baik.

“Secara pribadi, saya mendukung adanya aksi ini. Karena ini merupakan hak semua rakyat menyuarakan aspirasi dan membangun demokrasi. Terkait aktifitas di GS, saya baru tahu kalau disitu masih berpenghuni. Karena, dari pemerintah sendiri sudah menyediakan anggaran yang dialokasikan untuk diadakan pengajian bulanan di tempat tersebut,” tambahnya.

Guna menampung aspirasi demonstran, Sekda berharap kepada aparat kepolisian dan Satpol PP Situbondo untuk melakukan pengecekan serta pemberhentian aktifitas di Gunung Sampan (GS) itu.

“Memang rencana kedepan, di GS akan dilakukan pembebasan lahan untuk dibangun Perguruan Tinggi Islam yang akan bekerjasama dengan Universitas Negeri Jember (Unej) ,” pungkas Syaifullah.

Berita Terkait

Satreskrim Polres Pamekasan Ringkus Pelaku Penganiayaan
Polres Pamekasan Tindak Tegas Ballap Liar dan Premanisme
Pemerintah Sumenep Fokus Tanam Bibit Mente di Beberapa Titik
Kripik Singkong Mulai Menembus Pasar Luar Daerah
Warga Bluto Ditemukan Tewas di Dalam Sumur
BIP Foundation Santuni 2.000 Anak Disabilitas
Polres Pamekasan Berhasil Ungkap Penipuan Sepeda Motor
LPK Meminta Bupati Sanksi Kepala DKP2KB Sumenep

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:42 WIB

Satreskrim Polres Pamekasan Ringkus Pelaku Penganiayaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:10 WIB

Polres Pamekasan Tindak Tegas Ballap Liar dan Premanisme

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:04 WIB

Pemerintah Sumenep Fokus Tanam Bibit Mente di Beberapa Titik

Rabu, 29 April 2026 - 13:13 WIB

Kripik Singkong Mulai Menembus Pasar Luar Daerah

Senin, 27 April 2026 - 12:49 WIB

Warga Bluto Ditemukan Tewas di Dalam Sumur

Berita Terbaru

BERITA TERKINI

Satreskrim Polres Pamekasan Ringkus Pelaku Penganiayaan

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:42 WIB

BERITA TERKINI

Polres Pamekasan Tindak Tegas Ballap Liar dan Premanisme

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:10 WIB

BERITA TERKINI

Pemerintah Sumenep Fokus Tanam Bibit Mente di Beberapa Titik

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:04 WIB

BERITA TERKINI

Kripik Singkong Mulai Menembus Pasar Luar Daerah

Rabu, 29 Apr 2026 - 13:13 WIB

BERITA TERKINI

Warga Bluto Ditemukan Tewas di Dalam Sumur

Senin, 27 Apr 2026 - 12:49 WIB