Sentra Budi Daya Ikan Terkendala Infrastruktur

Selasa, 2 Mei 2017 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Nanang

PAMEKASAN, SOROTPUBLIK.COMLantaran terkendala infrastruktur yang tidak memadai, budi daya ikan yang dikembangkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tidak bisa berkembang secara maksimal.

“Minimnya penunjang di sentra budi daya menjadi faktor penghambat pembangunan budi daya perikanan di wilayah kami. Sebab, apabila infrastruktur tidak mendukung, maka perekonomian warga tidak lancar”, Jelas Nurul Widiastuti, Kepala DKP Pamekasan, Selasa (02/05).

Nurul Widiastutik menuturkan, sejak tahun 2016 pihaknya sudah melakukan beberapa upaya dengan cara membangun infrastruktur jalan menuju lokasi budi daya ikan. Salah satunya di Kecamatan Pademawu.

Selain faktor infrastruktur, faktor penghambat lainnya ialah minimnya pengetahuan pembudidaya ikan tentang teknik budi daya, terutama manajemen pakan. Pasalnya, selama ini teknik budi daya ikan yang dilakukan pembudidaya di Pamekasan masih tradisional, dan belum mampu berkresi membuat pakan ikan sendiri. Akibatanya, biaya produksi budi daya mahal.

Faktor minimnya modal, juga menjadi kendala yang dimiliki untuk pengembangan usaha budi daya, sehingga sangat berpengaruh kepada rendahnya jiwa wirausaha pembudidaya ikan. Akibatnya, pembudi daya ikan cenderung mudah putus asa.

“Padahal dalam usaha budi daya diperlukan keuletan dan kedisiplinan yang tinggi,” ucap Nurul.

Menurut Nurul Wiadiastutik Kepala DKP Pamekasan, untuk mengatasi permasalahan budi daya perikanan itu, ada tiga hal yang telah dilakukan DKP Pamekasan.

Pertama, peningkatan Kualitas SDM pelaku usaha perikanan, kedua, penyediaan infrastruktur di sentra produksi budi daya, dan ketiga pemberdayaan Pelaku Usaha Perikanan.

“Untuk peningkatan SDM dan teknik budi daya efektif, kami bekerja sama dengan perguruan tinggi, sedangkan untuk peningkatan infrastruktur, kami menerima bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujar Nurul.

Sementara itu, perkembangan usaha budi daya ikan air tawar di Kabupaten Pamekasan dari tahun ke tahun menunjukkan tren positif.

Sebelumnya, jumlah pembudidaya ikan, yakni pada air tawar masih berjumlah 184 orang dengan produksi  145,6 ton. Saat ini, sudah mencapai 330 orang dengan produksi  337,44 ton.

Salah satu faktor pemicu perkembangan usaha budi daya ikan air tawar ini, menurutnya, karena permintaan ikan air tawar semakin meningkat.

Berita Terkait

Direktur RSUDMA Menyampaikan Pesan Kemerdekaan
SMAN 2 Sumenep Menjadi Pendukung Utama Upacara HUT RI ke 81
Warga Kelurahan Lawangan Daya Diringkus Polisi
DPRD Kabupaten Sumenep Menggelar Rapat Paripurna
Keluarga Besar RSUD dr. H. Moh. Anwar Ikuti Lomba Dangdut
Instansi Pemerintah dan Organissi Lakukan Kerja Bakti
Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu 4,28 Gram
Kapolres Pamekasan Pererat Silaturahmi dengan Bupati

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Direktur RSUDMA Menyampaikan Pesan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:55 WIB

SMAN 2 Sumenep Menjadi Pendukung Utama Upacara HUT RI ke 81

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:16 WIB

Warga Kelurahan Lawangan Daya Diringkus Polisi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:55 WIB

DPRD Kabupaten Sumenep Menggelar Rapat Paripurna

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:27 WIB

Keluarga Besar RSUD dr. H. Moh. Anwar Ikuti Lomba Dangdut

Berita Terbaru

BERITA TERKINI

Direktur RSUDMA Menyampaikan Pesan Kemerdekaan

Senin, 17 Agu 2026 - 10:57 WIB

BERITA TERKINI

SMAN 2 Sumenep Menjadi Pendukung Utama Upacara HUT RI ke 81

Senin, 17 Agu 2026 - 10:55 WIB

BERITA TERKINI

Warga Kelurahan Lawangan Daya Diringkus Polisi

Sabtu, 15 Agu 2026 - 07:16 WIB

BERITA TERKINI

DPRD Kabupaten Sumenep Menggelar Rapat Paripurna

Jumat, 14 Agu 2026 - 12:55 WIB

BERITA TERKINI

Keluarga Besar RSUD dr. H. Moh. Anwar Ikuti Lomba Dangdut

Jumat, 14 Agu 2026 - 10:27 WIB