Pemberian Seragam Secara Gratis Sebelum PPDB Mengundang Kontroversi

oleh

Penulis : Nanang

PAMEKASAN, SOROTPUBLIK.COM – Pemberian seragam sekolah secara gratis kepada sejumlah Sekolah Dasar (SD) yang dilakukan oleh pihak Sekolah Menengah Pertama Negeri ( SMPN ) 2 Pademawu Pamekasan, Madura, Jawa Timur, nampaknya menimbulkan kontro versi publik. Langkah Inisiatif yang tujuannya sebagai promusi untuk menjaring siswa didik baru, rupanya mengundang reaksi penilaian positif dan negatif dari masyarakat. Namun rumor yang berkembang di masyarakat, penilaiannya lebih cenderung kearah negatif.

Sukirman, salah seorang warga Pademawu mengaku upaya yang dilakukan pihak SMPN 2 Pademawu tersebut dinilai negatif karena dianggap tidak fer terhadap Sekolah yang sederajad dalam upayanya untuk menjaring siswa didik baru.

“Langkah-langkah upayanya untuk menjaring siswa didik baru tersebut terlalu dini karena saat ini belum waktunya PPDB, dan saya pikir hal tersebut juga akan membuat reaksi penilaian yang negatif dari kompetiternya karena akan dianggap tidak profesional dalam bersaing,” Tegas Sukirman, Rabu (05/04).

Sementara itu, Sukarmo, Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Pademawu menuturkan, Upayanya tersebut merupakan sebuah hal yang biasa dan tidak menyalahi aturan pemerintah.

“Menurut kami ini adalah langkah trobosan inisiatif  yang sangat positif yang dilakukan oleh teman-teman tenaga pendidik kami di SMPN 2 Pademawu. Sebab tujuan kami hanya ingin membantu meringankan beban biaya untuk calon peserta didik baru yang nantinya akan menjadi siswa didik baru di lembaga sekolah kami. Selain itu, juga bertujuan untuk meningkatkan citra nama baik lembaga sekolah yang kami pimpin.” Tutur Sukarmo. Kepala SMPN 2 Pademawu.

Sukarmo menambahkan, sumber dana seragam gratis yang disebarkan ke tiap-tiap SD tersebut  dari sumbangan para tenaga pendidik berdasarkan hasil musyawarah mufakat.

“Sumber dana tersebut sudah hasil mufakat dari inisiatifnya temen-temen tenaga pendidik di lembaga kami, bukan diambil dari dana sekolah. jadi, dimana letak kesalahan kami sehingga ada penilaian yang negatif dari masyarakat,” Tegasnya.