Musik Patrol Jember, Warisan Budaya yang Terkenal hingga Luar Negeri

oleh
Musik Patrol Jember, Warisan Budaya yang Terkenal hingga Luar Negeri
Sutaji dengan dua alat musik Patrol khas Jember, Jawa Timur. (Foto: Alin/SorotPublik)

Penulis: Alin/Kiki

JEMBER, SOROTPUBLIK.COM – Musik Patrol khas Jember, Jawa Timur kini bukan hanya dikenal oleh masyarakat Jember saja. Melainkan oleh beberapa kota yang ada di Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri.

Berbagai daerah seperti Banyuwangi, Madura, Jogja, Sulawesi, Papua, bahkan Australia telah mengenal musik Patrol Jember.

Hal ini disampaikan oleh Sutaji, pria paruh baya yang merupakan generasi kedua di Kota Jember selaku pengrajin dan seniman musik Patrol.

Saat ditemui sorotpublik.com, Sutaji menceritakan perjalanan musik Patrol Jember hingga dikenal di berbagai daerah. Musik Patrol ada sejak tahun 1971 yang awalnya dipelopori oleh ayahnya. Kemudian di tahun 1983, ayah Sutaji meninggal dan diganti olehnya.

Di awal-awal, musik Patrol hanya terdengar suara seperti “kotekan”. Namun, seiring berjalannya waktu Sutaji belajar “nyetem” atau not pada musik Patrol.

“Pak Sutaji adalah orang nomor satu di Jember yang megetahui seluk beluk musik Patrol karena turunan dari ayahnya,” kata Kahar, salah satu pemain musik Patrol asal Jember, Senin (22/07/2019).

Sutaji memiliki keinginan yang kuat untuk memperindah suara musik Patrol. Sehingga pada tahun 1997 ada modifikasi suara musik Patrol menjadi 3 jenis suara, yaitu suara racing, suara air dan suara bunglor.

“Dari modifikasi inilah musik Patrol Jember dikenal di berbagai daerah hingga luar negeri,” jelas Sutaji.

Setelah itu, musik Patrol Jember tambah bagus. Sutaji mengaku tahu persis nama Patrol Jember sudah harum di mana-mana.

“Saya merasa ada kepuasaan tersendiri saat musik Patrol digemari oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Selain mengakui atas budayanya sendiri, daripada generasi muda melakukan hal yang kurang positif mending kotekan dengan musik Patrol,” ungkap perawat tertua musik Patrol Jember itu.

Harapan Sutaji pun sungguh mulia, yaitu ingin musik Patrol dikenal semua orang seperti orang mengenal JFC (Jember Fashion Carnaval, red) esebagai ikon Kota Jember.

“Saya berharap musik Patrol juga bisa ditampilkan saat ada kegiatan JFC. Saya akan latih generasi muda yang akan memainkan musik Patrol ini agar menampilkan yang terbaik,” tegasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.