Komisi IV DPRD Sumenep Nyatakan Perbup Wajib Madrasah Diniyah Tanpa Juknis Tidak Masalah

Rabu, 29 Maret 2017 - 13:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Heri/Doess

SUMENEP, SOROTPUBLIK.COM – Permulaan wajib belajar ataupun penambahan belajar agama di Madrasah Diniyah sudah di mulai tahun ini. Dalam pelaksanaannya tahun ini wajib Diniyah itu sebagai percontohan di mulai di Kecamatan Kota Sumenep.

Tahun berikutnya wajib Diniyah itu akan di geber ke sejumlah Kecamatam bahkan di Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur.

Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Achmad Subaidi menyatakan, Perbup wajib Diniyah sudah cukup sehingga tidak perlu lagi di butuhkan tentang petunjuk Tekhnis karena tidak perlu seragam dan yang terpenting wajib Diniyah itu terlaksana di masing-masing sekolah.

“Perbub itu sudah cukup dan sudah bisa dilaksanakan di masing-masing sekolah, sebagai tambahan waktu belajar untuk pendalaman ilmu  agama yang rutin dalam tiga hari dalam satu minggu,” Paparnya. Rabu (29/03).

Peran serta wali murid kata Subaidi sangat diharapkan demi suksesnya wajib diniyah ini. sebab mustahil program itu berjalan sesuai cita-cita bersama tanpa adanya dukungan dari pihak lain yakni kedua orang tua.

“Perbup atau apalah jenisnya itu tanpa sokongan moril dari oramg tua tidak akan memiliki arti apa-apa,” tegasnya.

Sementara itu, sebelumnya Wakil Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi menyatakan, terbitnya peraturan bupati (Perbup) No 15 tahun 2016, tentang wajib belajar pendidikan diniyah itu dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai agama sejak dini guna memperkuat pondasi anak sejak dini tentang agama.

“Bila sejak dini agamanya baik maka akan baik pula perangainya,” paparnya.

Kata Wabup guna menjadikan dan menanamkan jiwa yang baik pada anak didik maka sekolah wajib diniyah merupakan sebuah keharusan yang harus di realisasikan.

“Waktunya hanya melakulan penambahan jam belajar di hari efektif, yakni selama dua jam dengan tiga kali pertemuan dalam satu minggu,” kata wabup menegaskan.

Berita Terkait

Puluhan Pohon di Wilayah Pantura Tumbang
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Diduga Mencari Pencitraan
Warga Desa Campaka Tolak Pembangunan Tower
Stetmen Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Dipertanyakan
Puskesmas Ambunten Gelar Pembahasan Standard Pelayanan
Kades Pajenangger Diduga Lakukan Pemerasan
Beberapa Akses Jalan Kabupaten Rusak Parah
Akses Jalan Poros Desa Seperti Persawahan

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 09:29 WIB

Puluhan Pohon di Wilayah Pantura Tumbang

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:07 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Diduga Mencari Pencitraan

Jumat, 9 Januari 2026 - 05:11 WIB

Warga Desa Campaka Tolak Pembangunan Tower

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:09 WIB

Stetmen Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Dipertanyakan

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:25 WIB

Puskesmas Ambunten Gelar Pembahasan Standard Pelayanan

Berita Terbaru

BERITA TERKINI

Puluhan Pohon di Wilayah Pantura Tumbang

Senin, 12 Jan 2026 - 09:29 WIB

BERITA TERKINI

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Diduga Mencari Pencitraan

Jumat, 9 Jan 2026 - 07:07 WIB

BERITA TERKINI

Warga Desa Campaka Tolak Pembangunan Tower

Jumat, 9 Jan 2026 - 05:11 WIB

BERITA TERKINI

Stetmen Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Dipertanyakan

Kamis, 8 Jan 2026 - 20:09 WIB

BERITA TERKINI

Puskesmas Ambunten Gelar Pembahasan Standard Pelayanan

Rabu, 7 Jan 2026 - 13:25 WIB