Komisi II Minta DKP Maksimalkan Sosialisasi Kartu Asuransi ke Nelayan

Rabu, 25 Oktober 2017 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Doess/Heri

SUMENEP, SOROTPUBLIK.COM – Program kartu dan asuransi nelayan yang diluncurkan pemerintah pusat menjadi angin segar bagi nelayan. Terutama nelayan di daerah. Akan tetapi di Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, masih banyak yang belum tahu program tersebut, sehingga Komisi II DPRD setempat meminta pihak terkait memaksimalkan sosialisasi kepada masyarkat.

Bambang Prayogi, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep menuturkan, untuk menuntaskan program tersebut membutuhkan waktu lama. Rata-rata nelayan masih belum terakomudir program itu, nampaknya belum menyentuh masyarakat nelayan di bawah.

“Makanya, program itu harus segera dimaksimalkan dengan baik,” tutur Bambang Prayogi, Rabu (25/10).

Bambang melanjutkan, terkait hal itu Dinas Perikanan meningkatkan sosialisasinya kepada nelayan. Pentingnya program kartu nelayan dan asuransi nelayan seperti yang telah di programkan oleh pemerintah harus sampai betul ke nelayan.

“Nelayan yang memiliki asuransi, akan memiliki jaminan ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ketika sakit akan dapat biaya perawatan sekitar Rp20 juta, jika nelayan meninggal di rumahnya akan mendapatkan Rp160juta dan jika meninggal dunia di laut, maka akan dapat asuransi Rp200 juta,” paparnya.

Kepala Dinas dan Kelautan (DKP) Sumenep, Arief Rusdi mengatakan, program tersebut sebagian sudah dirasakan oleh masyarakat Sumenep. Tercatat, asuransi nelayan yang telah tersalurkan mencapai Rp2,9 miliar kepada 19 nelayan.

Sedangkan nelayan yang memiliki kartu nelayan baru 35 persen dari sekitar 45 ribu nelayan yang tersebar di daratan dan kepulauan. Sementara yang sudah terdaftar dan ikut asuransi nelayan hanya 27 persen.

Dikatakan Arief, pihaknya sudah maksimal mensosialisasikan program tersebut kepada masyarakat. Termasuk melalui Unit Tenaga Teknis (UPT) sejumlah Kecamatan juga sudah dilakukan di wilayah pesisir.

“Sosialisasi akan terus kami lakukan, karena itu sangat penting. Jika nelayan memiliki asuransi atau tercover. Jangankan meninggal di laut, meninggal di rumah pun akan mendapatkan asuransi,” tukasnya.

Berita Terkait

Bumdes Bunga Desa Gelar Musyawarah Desa dan Santunan Anak Yatim
Puluhan Pohon di Wilayah Pantura Tumbang
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Diduga Mencari Pencitraan
Warga Desa Campaka Tolak Pembangunan Tower
Stetmen Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Dipertanyakan
Puskesmas Ambunten Gelar Pembahasan Standard Pelayanan
Kades Pajenangger Diduga Lakukan Pemerasan
Beberapa Akses Jalan Kabupaten Rusak Parah

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 14:21 WIB

Bumdes Bunga Desa Gelar Musyawarah Desa dan Santunan Anak Yatim

Senin, 12 Januari 2026 - 09:29 WIB

Puluhan Pohon di Wilayah Pantura Tumbang

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:07 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Diduga Mencari Pencitraan

Jumat, 9 Januari 2026 - 05:11 WIB

Warga Desa Campaka Tolak Pembangunan Tower

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:09 WIB

Stetmen Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Dipertanyakan

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bumdes Bunga Desa Gelar Musyawarah Desa dan Santunan Anak Yatim

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:21 WIB

BERITA TERKINI

Puluhan Pohon di Wilayah Pantura Tumbang

Senin, 12 Jan 2026 - 09:29 WIB

BERITA TERKINI

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Diduga Mencari Pencitraan

Jumat, 9 Jan 2026 - 07:07 WIB

BERITA TERKINI

Warga Desa Campaka Tolak Pembangunan Tower

Jumat, 9 Jan 2026 - 05:11 WIB

BERITA TERKINI

Stetmen Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Dipertanyakan

Kamis, 8 Jan 2026 - 20:09 WIB