Komisi II DPRD Sumenep Minta Pemkab Bentuk Satgas Elpiji, Ini Penyebabnya

Senin, 13 Mei 2019 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Nurus Salam saat dimintai keterangan oleh awak media terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram di kepulauan. (Foto: Hend/SorotPublik)

Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Nurus Salam saat dimintai keterangan oleh awak media terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram di kepulauan. (Foto: Hend/SorotPublik)

Penulis: Hend/Kiki

SUMENEP, SOROTPUBLIK.COM – Kelangkaan elpiji 3 kilogram di kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menjadi tradisi tahunan yang tak kunjung selesai. Tentu saja hal tersebut membuat sebagian penjual menaikkan harga elpiji bersubsidi itu jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Nurus Salam mengaku kecewa dengan masih seringnya terjadi kelangkaan elpiji di sejumlah wilayah kepulauan. Sebab, itu menjadi kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi pemerintah, dalam hal ini pihak pertamina.

“Apakah sudah ada agen-agen LPG di Kepulauan saat ini? Tidak ada. Nah, ini yang membuat di Kepulauan elpiji menjadi langka,” ungkapnya kepada sorotpublik.com, Senin (13/05/2019).

Karena itu, Komisi II mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep setidaknya membentuk tim Satuan Petugas (Satgas) Elpiji dalam menjawab persoalan yang terjadi setiap tahun tersebut.

“Saya butuh dibentuk Satgas Elpiji untuk menyelesaikan persoalan seperti ini, jangan kemudian tahun depan terulang kembali,” kata Oyock, panggilan akrab Nurus Salam, dengan tegas.

Legislator asal dari Dapil I itu mendesak Pemkab Sumenep membentuk Satgas dengan tujuan untuk menelusuri problem yang terjadi di kepulauan, dari distributor, pengepul sampai pada konsumen. Sehingga, akar masalah kelangkaan elpiji tersebut nantinya bisa diketahui dan dicarikan solusi.

“Terserah pemerintah diskusikan bentuknya seperti apa. Pemerintahan harus bisa memikirkan ini. Jika pemerintah tidak bisa menyelesaikan persoalan ini, lantas apa guna ada pemerintah,” timpalnya.

Lebih lanjut, Oyock menginginkan pemerintah segera membuatkan regulasi. Namun, ia mengingatkan agar hal itu nantinya tidak membebani masyarakat, khususnya di kepulauan.

“Regulasi dibuat dalam rangka bermanfaat bagi masyarakat. Jangan kemudian fasilitas yang ada ini membebani masyarakat,” ucapnya.

Politisi Gerindra itu juga menegaskan, pemerintah menyelesaikan persoalan ini agar masyarakat kepulauan tidak merasa diasingkan.

“Hari ini selesaikan persoalannya, bentuk Satgas atau apa saja, agar masyarakat kepulauan tidak merasa termarjinalkan. Karena mereka juga bagian dari entitas negeri ini,” pinta Oyock.

Sumenep, lanjut dia, adalah penghasil migas terbesar. Maka seharusnya, pemerintah harus mengerti persoalan ini dengan baik agar warga kepulauan mendapatkan hak yang sama.

“Mereka juga memiliki hak yang sama sesuatu yang diberikan pemerintah. Mereka juga berhak mendapatkan elpiji yang bersubsidi. Kita adalah daerah penghasil migas terbsesar, tapi kenapa masih langka migas di negeri sendiri,” sambungnya, penuh tanya.

Berita Terkait

Puluhan Pohon di Wilayah Pantura Tumbang
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Diduga Mencari Pencitraan
Warga Desa Campaka Tolak Pembangunan Tower
Stetmen Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Dipertanyakan
Puskesmas Ambunten Gelar Pembahasan Standard Pelayanan
Kades Pajenangger Diduga Lakukan Pemerasan
Beberapa Akses Jalan Kabupaten Rusak Parah
Akses Jalan Poros Desa Seperti Persawahan

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 09:29 WIB

Puluhan Pohon di Wilayah Pantura Tumbang

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:07 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Diduga Mencari Pencitraan

Jumat, 9 Januari 2026 - 05:11 WIB

Warga Desa Campaka Tolak Pembangunan Tower

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:09 WIB

Stetmen Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Dipertanyakan

Selasa, 6 Januari 2026 - 15:32 WIB

Kades Pajenangger Diduga Lakukan Pemerasan

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bumdes Bunga Desa Gelar Musyawarah Desa dan Santunan Anak Yatim

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:21 WIB

BERITA TERKINI

Puluhan Pohon di Wilayah Pantura Tumbang

Senin, 12 Jan 2026 - 09:29 WIB

BERITA TERKINI

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Diduga Mencari Pencitraan

Jumat, 9 Jan 2026 - 07:07 WIB

BERITA TERKINI

Warga Desa Campaka Tolak Pembangunan Tower

Jumat, 9 Jan 2026 - 05:11 WIB

BERITA TERKINI

Stetmen Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Dipertanyakan

Kamis, 8 Jan 2026 - 20:09 WIB