Kasus Aniaya Warga Nuniali, Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Jumat, 24 Juli 2020 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SBB, SOROTPUBLIK.COM – Kasus Penganiayaan Martinus Lesy oleh Penjabat Desa Nuniali bersama anak dan ponakannya akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan di Polsek Taniwel Polres Seram Bagian Barat.

Penganiayaan yang berbuntut panjang sampai di Polsek Taniwel tersebut disebabkan karena pemukulan terhadap Martinus Lesy oleh oknum pejabat, anak dan ponakannya dikarenakan korban mempertayakan kapan pertemuan pembahasan mengenai data atau verifikasi BLT-DD di desa setempat.

Informasi yang dihimpun sorotpublik.com, permohonan pencabutan tindak pidana penganiayaan yang sudah dilaporkan ke Polsek Taniwel ditanda tangani oleh Martinus Lesy selaku korban penganiayaan.

Surat tersebut diajukan kepada Polsek Taniwel pada tanggal 17 Juli 2020, dengan meminta agar pihak Polsek Taniwel menghentikan permasalahan antara dirinya bersama penjabat Desa Nuniali Demianus Nauwe.

Dalam surat itu disebutkan, Martinus Lessy datangi kepolsek seraya memohon kiranya permasalahan yang  dilaporkan ke Polsek taniwel terhadap dirinya yang telah dilakukan oleh terlapor Demianus Nauwe alias Emi cs, mohon kiranya dapat menghentikan permasalahan tersebut.

Dalam surat permohonan dituliskan,  “Sehubungan dengan perihal surat diatas, Martinus Lesy datang kehadapan Kapolsek seraya memohon kiranya permasalahan yang di laporkan, menyangkut kasus kekerasan bersama terhadap orang dan atau penganiayaan terhadap dirinya yang telah dilakukan oleh terlapor demianus nauwe alias emi cs, mohon kiranya bapak dapat menghentikan permasalahan tersebut”.

Adapun alasan mengapa sampai dicabutmasalah tersebut yakni, terlapor Demianus Nauwe, cs (Mario Nauwe alias Rio dan Patriko Endriko Kuhurima alias Riko) sudah berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama terhadap dirinya dan keluarganya maupun orang lain.

“Selanjutnya, terlapor Demianus Nauwe, cs (Mario Nauwe alias Rio dan Patriko Endriko Kuhurima alias Riko) sudah sepakat secara damai dengan dirinya keluarganya untuk masing-masing menyelesaikan masalah ini secara adat istiadat dan secara kekeluargaan,” sambungnya

Kapolsek Taniwel Ipda.E.M. Masbaitubun kepada sorotpublik.com, membenarkan adanya permohonan pencabutan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan Penjabat desa Nunuali terhadap Martinus. Lesy, yang dilaporkan pihak keluarga korban berapa waktu lalu.

“Keluarga korban yang mencabut tindak pidana itu sendiri, dan masalah antara korban Martinus Lesy dan pelaku dalam hal ini penjabat Desa Nuniali Demianus Nauwe telah selesai secara kekeluargaan,” tutup Masbaitubun.

Penulis: Fitrah
Editir: Heri

Berita Terkait

Puluhan Pohon di Wilayah Pantura Tumbang
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Diduga Mencari Pencitraan
Warga Desa Campaka Tolak Pembangunan Tower
Stetmen Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Dipertanyakan
Puskesmas Ambunten Gelar Pembahasan Standard Pelayanan
Kades Pajenangger Diduga Lakukan Pemerasan
Beberapa Akses Jalan Kabupaten Rusak Parah
Akses Jalan Poros Desa Seperti Persawahan

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 09:29 WIB

Puluhan Pohon di Wilayah Pantura Tumbang

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:07 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Diduga Mencari Pencitraan

Jumat, 9 Januari 2026 - 05:11 WIB

Warga Desa Campaka Tolak Pembangunan Tower

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:09 WIB

Stetmen Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Dipertanyakan

Selasa, 6 Januari 2026 - 15:32 WIB

Kades Pajenangger Diduga Lakukan Pemerasan

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bumdes Bunga Desa Gelar Musyawarah Desa dan Santunan Anak Yatim

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:21 WIB

BERITA TERKINI

Puluhan Pohon di Wilayah Pantura Tumbang

Senin, 12 Jan 2026 - 09:29 WIB

BERITA TERKINI

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Diduga Mencari Pencitraan

Jumat, 9 Jan 2026 - 07:07 WIB

BERITA TERKINI

Warga Desa Campaka Tolak Pembangunan Tower

Jumat, 9 Jan 2026 - 05:11 WIB

BERITA TERKINI

Stetmen Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Dipertanyakan

Kamis, 8 Jan 2026 - 20:09 WIB