Kasat Lantas Polres Sumenep Minta Masyarakat Tak Main Hakim Sendiri

oleh
Kasat Lantas Polres Sumenep Minta Masyarakat Tak Main Hakim Sendiri
Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Deddy Eka Aprianto, S.H. (Foto: Heri/SOROTPUBLIK)
loading...

Penulis: Heri/Mi/Kiki

SUMENEP, SOROTPUBLIK.COM – Kasat Lantas Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, AKP Deddy Eka Aprianto, S.H. meminta masyarakat tidak main hakim sendiri.

Hal itu disampaikan terkait insiden perusakan kaca mobil truk oleh keluarga korban meninggal dunia yang menabrak mobil parkir tersebut di Desa Jelbuden, Kecamatan Dasuk pada 10 Juli lalu.

Loading...

Jika terjadi kecelakaan, AKP Deddy meminta masyarakat jangan sampai kalap, sehingga melakukan pengeroyokan terhadap pelaku atau pengendara yang menabrak.

Yang harus dilakukan, kata dia, melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib, yakni Satlantas Polres Sumenep.

“Nanti biar petugas yang menangani hal itu,” ujar AKP Deddy, Kamis (18/07/2019) kemarin.

Apabila sampai terjadi pengeroyokan, lanjut dia, hal itu malah akan menambah masalah. Pasalnya, aksi di luar kepala tersebut bisa berbuah pidana.

“Ya kalau sampai terjadi pengeroyokan, itu bisa jadi berbuntut pidana,” jelas AKP Deddy.

Jika sudah demikian, maka masyarakat bisa melaporkan kejadian tersebut ke Unit Pelayanan SPKT, lalu ke Unit Reskrim. Nantinya, itu akan diproses sesuai dengan hukum.

“Jadi, saya imbau masyarakat jangan main hakim sendiri. Biar petugas dan hukum yang menengani,” tegas Kasat Lantas Polres Sumenep tersebut.

Sebelumnya, insiden laka lantas yang menewaskan pengendara motor di Jalan Nasional Jalur Pantura, tepatnya di Desa Jelbuden, Kecamatan Dasuk membuat keluarga korban kalap.

Mereka menyalahkan sopir truk yang parkir di pinggir jalan karena macet, sehingga dihantam pengendara motor dan menyebabkan korban tewas.

Keluarga korban yang mendatangi lokasi langsung melakukan perusakan terhadap truk tersebut. Bahkan, mereka mencari sopir truk yang saat kejadian tengah mencari bantuan untuk mendorong mobilnya agar lepas dari jalan raya.

“Beruntung, si sopir saat itu diamankan oleh warga. Kalau tidak, sudah dikeroyok oleh keluarga korban yang tidak terima,” kata Yanto, warga yang menyaksikan kejadian tersebut.