Fasilitas Wisata Pantai Jumiang Rusak Parah

oleh

Penulis : Nanang

PAMEKASAN, SOROTPUBLIK.COMKondisi Infrastruktur di lokasi Wisata Pantai Jumiang Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur yang menjadi salah satu destinasi wisata andalan Pemkab Pamekasan sebagai daya tarik untuk memikat wisatawan, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Sejumlah fasilitas yang ada, banyak yang rusak.

Hal ini terlihat dari pantauan jurnalis media sorotpublik.com, sejumlah fasilitas pendukung pariwisata pantai jumiang yang rusak, diantaranya, gazebo permanen yang dibangun pemerintah, sarana bermain ayunan tidak bisa dipakai, dan hamparan pasir yang melengkapi keindahan pantai tergerus abrasi.

Tidak hanya itu, akses jalan menuju pantai juga rusak parah. Hal itu, menyulitkan wisatawan yang mau berkunjung. Selain itu, pantai dijadikan tempat berlabuh perahu nelayan serta sisa bangunan fasilitas wisata dimanfaatkan sebagai tempat penjemuran cangkang rajungan dan rumput laut.

Sementara pohon cemara yang berjejer rapi di sepanjang bibir pantai, dijadikan tempat berteduh nelayan saat memperbaiki jaring yang rusak serta dijadikan sebagai tempat warga melucuti rumput laut yang sudah panen.

Persoalan tersebut, dibenarkan oleh H. Sabur, Kepala Desa Setempat. Ia menuturkan, rusaknya sejumlah fasilitas memang dipengaruhi oleh banyak faktor. Selain karena padatnya aktifitas masyarakat setempat, juga dipengaruhi oleh faktor alam.

“Kerusakan fasilitas wisata terjadi sejak beberapa tahun lalu, namun sayangnya untuk upaya perbaikannya dari pihak terkait sangatlah lamban, sehingga sangat berpengaruh terhadap sepinya pengunjung,” Kata H. Sabur, Kepala Desa Tanjung Pademawu  Pamekasan, Senin (29/05).

Atas kerusakan fasilitas wisata itu, Ia akui tidak bisa berbuat banyak. Sebab untuk segala urusan tata kelola dan sebagainya, hingga saat ini menurutnya menjadi kewenagan Pemkab melalui dinas terkait yakni Dinas Pariwisata dan Budaya (Diparbud) Pamekasan.

“Untuk tata kelola dan sebagainya memang bukan kewenangan Desa, bahkan pihak desa juga tidak mendapatkan kontribusi atau bagi hasil dari retribusi tiket dan parkir pengunjung wisata pantai jumiang itu,” Tegasnya menuturkan.

Awalnya, Pantai Jumiang jadi jujukan wisata. Pada saat itu, masyarakat setempat meraup berkah dari wisata pantai itu. Bahkan tak jarang, warga sekitar membuka usaha kecil-kecilan. Mulai dari berjualan makanan, membuka lahan parkir, hingga membuka ponten bagi wisatawàan yang hendak berbilas.