Asal Mula Kerapan Sapi Madura

Minggu, 3 April 2016 - 10:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorotpublik.com – Sumenep, Budaya kerapan Sapi Mdura, sangat dikenal oleh Publik bahwa kebudayaan ini menjadi Icon pulau Madura.

Lahirnya kerapan sapi di Madura nampaknya sejalan dengan kondisi tanah pertanian yang luas di Madura.

Suatu Ketika seorang ulama Sumenep bernama Syeh Ahmad Baidawi (Pangeran Katandur) yang memperkenalkan cara bercocok tanam dengan menggunakan sepasang bambu yang dikenal dengan masyarakat madura dengan sebutan “nanggala” atau “salaga” yang ditarik dengan dua ekor sapi, dan pada saat membajak disitulah mengajak masyarakat untuk membajak dan berlomba-lomba untuk lebih cepat.

Maksud pertamanya memang untuk menggarap lahan pertaniaan, namun lambat laun kemudian menimbulkan adanya tradisi karapan sapi. Karapan sapi segera menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya khususnya setelah menjelang musim panen habis. Karapan Sapi didahului dengan mengarak pasangan-pasangan sapi mengelilingi arena pacuan dengan diiringi musik saronen.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Bupati Sumenep,Achmad Fauzi ketika meghadiri pembukaan Lomba Kerapan Sapi di Pulau Sapudi.

“Dulu kerapan sapi itu dikenalkan oleh pangeran katandur di Pulau sapudi ini,” jelasnya.

Setelah masa panen tiba sebagai ungkapan kegembiraan atas hasil panen yang melimpah Pangeran Ketandur mempunyai inisiatif mengajak warga di desanya untuk mengadakan balapan sapi. Areal tanah sawah yang sudah dipanen dimanfaatkan untuk areal balapan sapi. Akhirnya tradisi balapan sapi gagasan Pangeran Ketandur itulah yang hingga kini terus berkembang dan dijaga kelestariannya.

Pada perkembangannya balapan sapitersebut berganti dengan kerapan sapi.

Jadi memang sepatutnya budaya kerapan sapi itu tetap dilestarikah oleh masyarakat Kabupaten Sumenep, karena memang hal ini muncul dari masyarakat sumenep sendiri.

“Jangan sampai punah lah budaya kerapan sapi ini,” Pungkas Wabub. (Rul/Fin)

Berita Terkait

SMAN 1 Ambunten Laksanakan Kegiatan Pondok Ramadhan
Oknum Dokter Yang Bertugas di RSUDMA Dikeluhkan
Bupati Sumenep Sidak Program Makanan Bergizi Gratis
Beberapa Media Soroti Bangunan RSUDM Yang Putus Kontrak
Pantai Slopeng Mulai Berbenah Menyambut Wisatawan
DWP SMAN 1 Kalianget Menberikan Santunan
Fafiliun RSUDMA Diduga Menjadi Titipan Oknum LSM
Puskesmas Pragaan Gelar Kegiatan di Warung Jember

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 10:38 WIB

SMAN 1 Ambunten Laksanakan Kegiatan Pondok Ramadhan

Senin, 9 Maret 2026 - 08:54 WIB

Oknum Dokter Yang Bertugas di RSUDMA Dikeluhkan

Minggu, 8 Maret 2026 - 03:26 WIB

Bupati Sumenep Sidak Program Makanan Bergizi Gratis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 07:42 WIB

Beberapa Media Soroti Bangunan RSUDM Yang Putus Kontrak

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:19 WIB

DWP SMAN 1 Kalianget Menberikan Santunan

Berita Terbaru

BERITA TERKINI

SMAN 1 Ambunten Laksanakan Kegiatan Pondok Ramadhan

Senin, 9 Mar 2026 - 10:38 WIB

BERITA TERKINI

Oknum Dokter Yang Bertugas di RSUDMA Dikeluhkan

Senin, 9 Mar 2026 - 08:54 WIB

ADVERTORIAL

Bupati Sumenep Sidak Program Makanan Bergizi Gratis

Minggu, 8 Mar 2026 - 03:26 WIB

ADVERTORIAL

Beberap Tempat Wisata di Dasuk Mulai Dilirik Wisatawan

Sabtu, 7 Mar 2026 - 08:58 WIB

BERITA TERKINI

Beberapa Media Soroti Bangunan RSUDM Yang Putus Kontrak

Sabtu, 7 Mar 2026 - 07:42 WIB