Sanksi Satu Tahun Bagi ASN Mesum di Bandung Dinilai Terlalu Ringan

Sabtu, 15 Juni 2019 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerbang Selamat Datang di Ibukota Kabupaten Bandung. (Foto: Q Agus/SorotPublik)

Gerbang Selamat Datang di Ibukota Kabupaten Bandung. (Foto: Q Agus/SorotPublik)

Penulis: Q Agus/Kiki

BANDUNG, SOROTPUBLIK.COM – Pemberian sanksi bagi oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) pelaku mesum di Kabupaten Bandung, Jawa Barat dinilai salah seorang ASN lain terlalu ringan.

Pasalnya, oknum tersebut hanya diberikan sanksi administratif berupa penurunan golongan dan eselon selama 1 tahun, jika tidak ada tindakan lanjutan ke ranah hijau oleh korban.

Informasi terkait sanksi ini disampaikan salah seorang pejabat Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Kabupaten Bandung (BKPSDM) Bandung, saat dikonfirmasi adanya kasus perbuatan mesum oleh salah seorang ASN.

Namun, tindakan tersebut mendapat kecaman dari Srp (inisial). Salah satu ASN di lingkungan Pemkab Bandung itu, menilai sanksi yang diberikan terlalu ringan karena hanya mengarah pada shock terapi saja.

Dengan demikian secara tak langsung sanksi ringan itu telah merugikan korban. Apalagi setelah sanksi berakhir, oknum ASN tersebut akan diangkat kembali ke jabatan lamanya.

“Padahal perbuatan itu jelas merupakan pelanggaran hukum. Bila dengan alasan tidak ada kelanjutan pengaduan susulan ke ranah hukum, jelas merupakan keuntungan bagi mereka (oknum) itu,” sesal Srp, Jumat (14/06/2019) kemarin.

Menurutnya, tindakan mesum tersebut diindikasikan terjadi di lingkungan sekolah. Malah, oknum ASN terkait saat ini masih menjabat sebagai kepala sekolah.

Sayangnya, nama dan alamat korban sampai saat ini dirahasiakan. Sebab saat dilakukan klarifikasi, pihak BKPSDM tidak bersedia memberikan keterangan selain mengatakan No Name No Adress.

Berita Terkait

Puluhan Pohon di Wilayah Pantura Tumbang
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Diduga Mencari Pencitraan
Warga Desa Campaka Tolak Pembangunan Tower
Stetmen Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Dipertanyakan
Puskesmas Ambunten Gelar Pembahasan Standard Pelayanan
Kades Pajenangger Diduga Lakukan Pemerasan
Beberapa Akses Jalan Kabupaten Rusak Parah
Akses Jalan Poros Desa Seperti Persawahan

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 09:29 WIB

Puluhan Pohon di Wilayah Pantura Tumbang

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:07 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Diduga Mencari Pencitraan

Jumat, 9 Januari 2026 - 05:11 WIB

Warga Desa Campaka Tolak Pembangunan Tower

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:09 WIB

Stetmen Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Dipertanyakan

Selasa, 6 Januari 2026 - 15:32 WIB

Kades Pajenangger Diduga Lakukan Pemerasan

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bumdes Bunga Desa Gelar Musyawarah Desa dan Santunan Anak Yatim

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:21 WIB

BERITA TERKINI

Puluhan Pohon di Wilayah Pantura Tumbang

Senin, 12 Jan 2026 - 09:29 WIB

BERITA TERKINI

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Diduga Mencari Pencitraan

Jumat, 9 Jan 2026 - 07:07 WIB

BERITA TERKINI

Warga Desa Campaka Tolak Pembangunan Tower

Jumat, 9 Jan 2026 - 05:11 WIB

BERITA TERKINI

Stetmen Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Dipertanyakan

Kamis, 8 Jan 2026 - 20:09 WIB