Berpamitan Jadi TKW Sejak 2006, Keluarga Kehilangan Kabar Endah Suherti Berharap Solusi

Rabu, 9 Januari 2019 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Riski dan keluarga menunjukkan foto sang ibu, Endah Suherti (47) yang tak ada kabar sejak berpamitan jadi TKW di tahun 2006. (Foto: Sigit/SorotPublik)

Riski dan keluarga menunjukkan foto sang ibu, Endah Suherti (47) yang tak ada kabar sejak berpamitan jadi TKW di tahun 2006. (Foto: Sigit/SorotPublik)

Penulis: Sigit/Kiki

MAJALENGKA, SOROTPUBLIK.COM – Riski Pramudianto (26), warga Blok Jumat 02/05, Desa Cidenok, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, sangat cemas dengan kondisi ibunya. Sebab, ia hilang komunikasi dengan sang ibu yang bekerja menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri.

Riski menerangkan, ibunya yang bernama Endah Suherti (47) berpamitan dengan keluarga pada 23 November 2006 silam untuk menjadi TKW ke Arab Saudi. Sejak saat itu hingga kini, Riski maupun keluarga tidak mendapat kabar sama sekali akan keberadaan sang ibu.

“Terakhir pada lusa lalu, pernah ada kabar dari seseorang yang mengaku rekan kerja ibu di Arab Saudi. Waktu itu, Senin (07/01/2019) sekira pukul 24.00 WIB saya mendapat kabar via WhatsApp milik salah satu keluarga yang mengirim foto berupa surat yang bertuliskan bahwa ibu ingin pulang ke tanah air dan menceritakan selama di Arab Saudi selalu disiksa majikan perempuanya dan tidak digaji sebagaimana mestinya,” ungkap Riski, Rabu (09/01/2019).

Ia menjelaskan, ibunya berangkat ke Arab Saudi menjadi TKI melalui sponsor yang bernama H. Samsudin asal Ciwaringin – Cirebon, dari PT Avida Aviaduta Jakarta. Namun saat dimintai pertanggungjawaban, pihak sponsor dan PT lepas tanggung jawab dengan alasan PT sudah tidak beroperasi.

“Setelah itu, upaya dari keluarga mengadukan permasalahan ini ke BNP2TKI Jakarta di tahun 2016. Namun, tidak membuahkan hasil dan sejak saat itu kami pihak keluarga tidak pernah mengadukan ke siapapun lagi,” tandas Riski.

Pantauan sorotpublik.com, setelah menerima kabar terakhir tentang sang ibu, Riski dan keluarganya terlihat cemas dan khawatir. Apalagi, dalam kabar itu sang ibu disebutkan dalam kondisi tidak sehat.

Namun dalam kondisi pasrah dan tak bisa berbuat banyak, Riski dan keluarga juga meminta solusi dari pihak terkait. Ia berharap Pemerintah Daerah dapat membantu agar ibunya bisa kembali pulang ke tanah air.

Berita Terkait

Puluhan Pohon di Wilayah Pantura Tumbang
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Diduga Mencari Pencitraan
Warga Desa Campaka Tolak Pembangunan Tower
Stetmen Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Dipertanyakan
Puskesmas Ambunten Gelar Pembahasan Standard Pelayanan
Kades Pajenangger Diduga Lakukan Pemerasan
Beberapa Akses Jalan Kabupaten Rusak Parah
Akses Jalan Poros Desa Seperti Persawahan

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 09:29 WIB

Puluhan Pohon di Wilayah Pantura Tumbang

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:07 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Diduga Mencari Pencitraan

Jumat, 9 Januari 2026 - 05:11 WIB

Warga Desa Campaka Tolak Pembangunan Tower

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:09 WIB

Stetmen Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Dipertanyakan

Selasa, 6 Januari 2026 - 15:32 WIB

Kades Pajenangger Diduga Lakukan Pemerasan

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bumdes Bunga Desa Gelar Musyawarah Desa dan Santunan Anak Yatim

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:21 WIB

BERITA TERKINI

Puluhan Pohon di Wilayah Pantura Tumbang

Senin, 12 Jan 2026 - 09:29 WIB

BERITA TERKINI

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Diduga Mencari Pencitraan

Jumat, 9 Jan 2026 - 07:07 WIB

BERITA TERKINI

Warga Desa Campaka Tolak Pembangunan Tower

Jumat, 9 Jan 2026 - 05:11 WIB

BERITA TERKINI

Stetmen Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Dipertanyakan

Kamis, 8 Jan 2026 - 20:09 WIB