DD/ADD Tidak Jelas, Puluhan Warga Datangi Kecamatan

Jumat, 22 September 2017 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan Warga Saat Mendatangi Kantor Kecamatan Guluk-guluk

Puluhan Warga Saat Mendatangi Kantor Kecamatan Guluk-guluk

Penulis : Doess/Heri

SUMENEP, SOROTPUBLIK.COMKurang lebih sebanyak 70 warga Desa/Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Mandura Jawa Timur, mendatangi kantor kecamatan setempat. Jum’at, 22 September 2017. Mereka memprotes proyek yang dibiayai melalui dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) yang pengerjaannya tidak sesuai dengan peruntukannya.

Saat di Kantor Kecamatan Guluk-Guluk, mereka ditemui oleh Camat Sutrisno, Plt Sekdes Guluk-Guluk Kapolsek AKP Sutrisno, Danramil Guluk-Guluk,  dan pendamping DD Kecamatan Guluk-Guluk.

Koordinator massa, Subli Bangal mengatakan, terkait laporan itu dilapangan memang banyak temuan pekerjaan DD-ADD yang diduga tidak sesuai petunjuk teknis yang ada.  Salah satunya,  realisasi DD-ADD tahun 2015 terpusat di satu dusun, yakni di Dusun Gang Asem. Pemerintah desa terkesan mengabaikan 13 dusun di Desa Guluk-Guluk.

“Pengerjaannya banyak yang asal-asaln dan juga banyak biaya RAB yang Mark up,” katanya menjelaskan.

Selain itu kata Subli, pada tahun 2016 pemerintah desa juga diduga melakukan penggelembungan (mark up) anggaran. Salah satunya pembelian semen dianggarkan Rp69 ribu per sak. Padahal harga semen per sak hanya Rp50 ribu.

Selain itu, terdapat dugaan mark up harga pembelian aspal yang dianggarkan sebesar 1,9 juta. Ada juga di RAB pengaspalan, tapi faktanya hanya dikerjakan bentuk lapen. Anggarannya mencapai 100 juta.

“Ditemukan juga adanya telford (pekerjaan jalan) di Dusun Guluk-Guluk Timur bagian utara yang dinilai tidak sesuai bestek. Indikasinya, pekerjaan yang dibiayai melalui ADD hanya memakai batu pecah ukuran 15×30,” katanya menambahkan.

Sementara itu, di RAB pekerjaan itu memakai batu pecah ukuran 15×20 kemudian batu pecah ukuran 10×15. Setelah itu dipasangi batu pecah ukuran 4×7, yang kemudian diatasnya dipasang pasir batu (sirtu) atau serbuk batu putih, baru kemudian diwales.

Sementara itu Camat Guluk-Guluk Sutrisno menanggapi dingin. ‘’Masukan dari masyarakat hari ini bagus, sebagai penyeimbang atas pekerjaan proyek yang dikawal masyarakat dari bawah,’’ tukasnya.

Berita Terkait

Satreskrim Polres Pamekasan Ringkus Pelaku Penganiayaan
Polres Pamekasan Tindak Tegas Ballap Liar dan Premanisme
Kripik Singkong Mulai Menembus Pasar Luar Daerah
Warga Bluto Ditemukan Tewas di Dalam Sumur
BIP Foundation Santuni 2.000 Anak Disabilitas
Polres Pamekasan Berhasil Ungkap Penipuan Sepeda Motor
LPK Meminta Bupati Sanksi Kepala DKP2KB Sumenep
Oknum LSM Gelapkan Sepeda Motor Milik Penjual Kopi

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:42 WIB

Satreskrim Polres Pamekasan Ringkus Pelaku Penganiayaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:10 WIB

Polres Pamekasan Tindak Tegas Ballap Liar dan Premanisme

Rabu, 29 April 2026 - 13:13 WIB

Kripik Singkong Mulai Menembus Pasar Luar Daerah

Senin, 27 April 2026 - 12:49 WIB

Warga Bluto Ditemukan Tewas di Dalam Sumur

Minggu, 26 April 2026 - 19:12 WIB

BIP Foundation Santuni 2.000 Anak Disabilitas

Berita Terbaru

BERITA TERKINI

Satreskrim Polres Pamekasan Ringkus Pelaku Penganiayaan

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:42 WIB

BERITA TERKINI

Polres Pamekasan Tindak Tegas Ballap Liar dan Premanisme

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:10 WIB

BERITA TERKINI

Kripik Singkong Mulai Menembus Pasar Luar Daerah

Rabu, 29 Apr 2026 - 13:13 WIB

BERITA TERKINI

Warga Bluto Ditemukan Tewas di Dalam Sumur

Senin, 27 Apr 2026 - 12:49 WIB

BERITA TERKINI

BIP Foundation Santuni 2.000 Anak Disabilitas

Minggu, 26 Apr 2026 - 19:12 WIB