Janda Tua Buta Hidup Sebatangkara di Gubuk Banbu

Sabtu, 15 Juli 2017 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kediaman mbah Serambi

Kediaman mbah Serambi

Penulis : Nanang

PAMEKASAN, SOROTPUBLIK.COM – Malang sekali nasib Sarimbi (75.th), Janda Tua ini hidup sebatang kara di sebuah gubuk banbu berukuran 4X3 meter di Dusun Pandan Desa Panglegur Kecamatan Kota Pamekasan Madura Jawa Timur.

Sarimbi yang buta mata sebelah, hidup sebagai janda sebatangkara karena tidak mempunyai pekerjaan tetap. Dulu semasa sehatnya, ia masih bisa bekerja menjadi kuli petani (buruh tani).

Setelah ditinggal pergi suaminya, sarimbi harus berjuang bertahan hidup sendirian dengan kondisi mata buta sebelah dan sebelah matanya yang sudah rabun.

“Saya sudah tinggal sekitar 10 tahun di gubuk ini semenjak ditinggal pergi oleh suami,” kata Sarimbi sambil tersenyum, sabtu (15/07).

Senyum ramah diperlihatkan oleh Sarimbi, saat media sorotpublik.com bersama Ketua Kelompok Pemuda Pemerhati Jalan (KPPJ) Pamekasan, Akhmad Mauzul Nasri. Sarimbi terasa sedikit bercerita tentang kisah hidupnya yang malang. Sembari meneteskan air mata, ia menuturkan bahwa dalam kesehariannya untuk makan saja terkadang tidak ada dan harus berpuasa. Beruntung, masih ada kepedulian dari tetangga dekatnya yang memberinya makanan.

“Ya beginilah nasib hidup dan kondisi saya pak, sudah buta dan sebeleh mata yang menjadi tumpuan penglihatan saya juga sudah rabun Tapi saya bersyukur kepada Allah Swt, karena telah memberi banyak berkah dikehidupan ini meski hanya hidup disebuah gubuk bambu satu-satunya milik saya,” Imbuhnya.

Gubuk derita yang terbuat dari bambu milik Sarimbi, terasa berada di tengah-tengah rumput ilalang dalam kawasan perumahan padat penduduk.

Masuk ke bagian dalam gubuk, kondisinya cukup mengkhawatirkan. Tampa lemari dan tempat tidur yang layak, yang ada hanyalah tempat beristirahat yang terbuat dari bambu yang penuh dengan tumpukan barang bekas hasil ia memulung. Di dalam ruangan rumahnya tampak gelap tidak ada sedikit pun cahaya. Wajar saja, tidak ada celah ventilasi.

Semasa hidupnya, Tarsa memang tidak pernah tinggal di tempat nyaman. Dia hanya tinggal di gubuk bambu di atas tanah milik orang lain.

“Buk Sarimbi yang saya kenal sudah seperti ini, saya sangat prihatin karena pihak pemerintah daerah setempat kurang memperhatikan keberadaanya,” Kata Akhmad Mauzul Nasri.

Mauzul menambahkan, Buk Sarimbi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, mencari barang-barang bekas yang kemudian dijual kepada pengepul. Walaupun kondisi tubuhnya yang sudah renta, sarimbi tidak mau hidup mengandalkan belas kasih orang.

Berita Terkait

Kadisdik Restui Study Tour SMPN 1 Sumenep
Kapolres Datangi Bupati Kabupaten Sumenep
Pengendara Sepeda Motor Seruduk Mobil Tronton
Bumdes Bunga Desa Gelar Musyawarah Desa dan Santunan Anak Yatim
Puluhan Pohon di Wilayah Pantura Tumbang
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Diduga Mencari Pencitraan
Warga Desa Campaka Tolak Pembangunan Tower
Stetmen Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Dipertanyakan

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 07:26 WIB

Kadisdik Restui Study Tour SMPN 1 Sumenep

Senin, 19 Januari 2026 - 21:05 WIB

Kapolres Datangi Bupati Kabupaten Sumenep

Rabu, 14 Januari 2026 - 06:20 WIB

Pengendara Sepeda Motor Seruduk Mobil Tronton

Selasa, 13 Januari 2026 - 14:21 WIB

Bumdes Bunga Desa Gelar Musyawarah Desa dan Santunan Anak Yatim

Senin, 12 Januari 2026 - 09:29 WIB

Puluhan Pohon di Wilayah Pantura Tumbang

Berita Terbaru

BERITA TERKINI

Kadisdik Restui Study Tour SMPN 1 Sumenep

Selasa, 20 Jan 2026 - 07:26 WIB

BERITA TERKINI

Kapolres Datangi Bupati Kabupaten Sumenep

Senin, 19 Jan 2026 - 21:05 WIB

Ilustrasi kecelakaan motor

BERITA TERKINI

Pengendara Sepeda Motor Seruduk Mobil Tronton

Rabu, 14 Jan 2026 - 06:20 WIB

PEMERINTAHAN

Bumdes Bunga Desa Gelar Musyawarah Desa dan Santunan Anak Yatim

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:21 WIB

BERITA TERKINI

Puluhan Pohon di Wilayah Pantura Tumbang

Senin, 12 Jan 2026 - 09:29 WIB