Dana Desa Semakin Besar, DPMD Minta Semua Jalan Desa Bagus

Jumat, 24 Maret 2017 - 06:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Nikris

SUMENEP, SOROTPUBLIK.COM – Mengenai Dana Desa (DD) dan (ADD) dengan jumlah semakin besar dari sebelumnya yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Dua, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, meminta agar desa dapat mengelola DD dan ADD itu dengan baik dan benar sesuai dengan pengarahan yang sudah dilakukan.

H. Masuni, selaku Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), menghimbau agar DD dan ADD yang sampai ke desa nantinya dapat di alokasikan terhadap pembangunan Infra struktur di Desa. melalui Musyawarah Desa (MUSDES), Desa dapat melakukan musyawarah apa saja yang di anggap sangat perioritas untuk dikerjakan terutama masalaah jalan karena itu merupakan jalur ekonomi yang sangat penting.

“Dengan kontribusi dana itu supaya tidak ada lagi jalan yang rusak
dalam skala desa, kalau dalam skala Kabupaten itu urusan Kabupaten.
jadi tidak adalagi jalan yang rusak, jalan sudah bagus,” ungkapnya,
(24/03).

Bahkan untuk masalah pembangunan jalan, dengan tujuan untuk kenyamanan dan kelancaran transportasi supaya arus ekonomi desa berjalan lancar, pembangunan jalan diharuskan dengan cara pembangunan gotong royong yang melibatkan masyarakat, karena hal ini dinilai ada hubungannya dengan masalah kualitas jalan desa yang dibangun.

“Jadi nanti pak kades yang akan datang, jangan ada lagi
jalan-jalan yang tidak berkualitas karena saya yakin kalau masyarakatnya yang bekerja jalan itu pasti bagus karena masyarakat rasa memilikinya lebih tinggi daripada disiupkan,” jelasnya.

Mengenai jangka waktu yang diberikan untuk pembangunan infra struktur desa juga tidak terlalu cepat, masih ada banyak waktu bahkan lebih dari cukup agar semua desa yang ada di Kabupaten Sumenep sesuai dengan harapan masyarakat secara umum.

“Masalah waktu itu ada standartnya di bina marga, tapi kalau skala
desa itu satu tahun terlalu mepet, 2 atau 3 tahun itu harus bagus,”
ujarnya.

Berita Terkait

Satreskrim Polres Pamekasan Ringkus Pelaku Penganiayaan
Polres Pamekasan Tindak Tegas Ballap Liar dan Premanisme
Kripik Singkong Mulai Menembus Pasar Luar Daerah
Warga Bluto Ditemukan Tewas di Dalam Sumur
BIP Foundation Santuni 2.000 Anak Disabilitas
Polres Pamekasan Berhasil Ungkap Penipuan Sepeda Motor
LPK Meminta Bupati Sanksi Kepala DKP2KB Sumenep
Oknum LSM Gelapkan Sepeda Motor Milik Penjual Kopi

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:42 WIB

Satreskrim Polres Pamekasan Ringkus Pelaku Penganiayaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:10 WIB

Polres Pamekasan Tindak Tegas Ballap Liar dan Premanisme

Rabu, 29 April 2026 - 13:13 WIB

Kripik Singkong Mulai Menembus Pasar Luar Daerah

Senin, 27 April 2026 - 12:49 WIB

Warga Bluto Ditemukan Tewas di Dalam Sumur

Minggu, 26 April 2026 - 19:12 WIB

BIP Foundation Santuni 2.000 Anak Disabilitas

Berita Terbaru

BERITA TERKINI

Satreskrim Polres Pamekasan Ringkus Pelaku Penganiayaan

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:42 WIB

BERITA TERKINI

Polres Pamekasan Tindak Tegas Ballap Liar dan Premanisme

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:10 WIB

BERITA TERKINI

Kripik Singkong Mulai Menembus Pasar Luar Daerah

Rabu, 29 Apr 2026 - 13:13 WIB

BERITA TERKINI

Warga Bluto Ditemukan Tewas di Dalam Sumur

Senin, 27 Apr 2026 - 12:49 WIB

BERITA TERKINI

BIP Foundation Santuni 2.000 Anak Disabilitas

Minggu, 26 Apr 2026 - 19:12 WIB