Sejumlah Perwakilan Nelayan Datangi Kantor Dewan

0
278

SUMENEP, sorotpublik.com – KAMIS (12/5/2016).

Sejumlah perwakilan nelayan asal desa torjek, kecamatan kepulauan kangayan,kabupaten sumenep, mengadukan maraknya kapal porsen luar daerah yang bebas menangkap ikan di daerah terlarang.

“Akibat minimnya pengawasan dari dinas terkait, yakni Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumenep, berimbas pada menurunnya hasil tanngkapan nelayan setempat.Kata khairuddin, kepala Desa Torjek, kecamatan Kangayan.

Menurutnya, keberadaan kapal porsen saat menangkap ikan terlalu mepet ke pinggir laut. Sesuai UU harusnya 12 sampai 15 mil dari bibir pantai.

“Ditambah lagi tidak adanya pewasan dai dinas kelautan. Sehingga nelayan luar yang menggunakan kapal dari jawa tengah dengan leluasa menangkap ikan di perairan kangayan.”Tuturnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan (DKP) Sumenep, Mohammad djakfar, mengatakan, berdasarkan UU No.23 tentang pemerintahan daerah, kewenanangan DKP sumenep ditarik ke DKP Provinsi.

“Artinya pengawasan dari 12 mil itu sudah melekat di DKP Provinsi bukan DKP Kabupaten Sumenep”,tukas Bambang menegaskan.

Terkait penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan itu, seperti Bom Ikan, potasium, dan cantrang menjadi tanggung Polair.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Sumenep AF Hari Ponto, Mengaku kesulitan. Karena semuanya ini sudah dilimpahkan ke DKP Provinsi Jawa timur.

“Kami di Komisi II hanya bisa menerima aspirasi dari nelayan, setelah itu kembali akan disampaikan ke Dinas terkait di Provinsi Jawa Timur”, tutup Ponto.(Red/Doess)

LEAVE A REPLY