Musrembangcam Dungkek, Banyak Potensi Yang Harus Di Kembangkan

0
910

Sorotpublik.com – Sumenep, Untuk membahas usulan program pembangunan tahun aggaran 2017 Kecamata Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, gelar Musrembangcam di pendopo Kecamatan Dungkek, Kamis (18/02/2016).

Musrenbang dilaksanakan dalam rangka melaksanakan amanat Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Daerah, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tatacara Penyusunan Rencana Pembangunan, Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah, Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah wajib menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebagai pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN/RPJMD),serta Surat Edaran Bersama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala BAPPENAS dan Menteri Dalam Negeri Nomor 0008/M.PPN/01/ 2007-050/264.A/SJ, tanggal 16 Januari 2008 perihal Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Musrenbang Tahun 2008.

“Musrembang ini memang program tahunan, yang mana sesuai dengan undang-undang,” Papar A. Tirmidi salah satu perwakilah Tim musrembang dari kabupaten Sumenep.

Menurutnya, mengingat banyaknya potensi yang berada di kecamatan dungkek perlu diperhatikan dan dikembangkan. Karena kecamatan dungkek memiliki banyak potensi.

Sementara menurut Camat Dungkek, Wahyu Kurniawan Pribadi, Kecamatan Dungkek membutuhkan banyak hal dalam mewujudkan program dan kebutuhan masyarakat. Salah satunya kebutuhan masyarakat nelayan, karena mayoritas masyarakat kecamatan dungkek adalah nelayan, salah satunya Peralatan perikanan, Perahu , Pelatihan Bengkel Mesin perahu , Pelatihan menajemen tambak,karena di Kecamatan Dungkek banyak tambak tradisonal.

“Dari 15 desa di kecamatan dungkek, mayoritas adalah masyarakat nelayan,” jelas Wahyu.

Sementara selain itu, ada juga masyarakat yang membutuhkan pembangunan selain nelayan, seprti pertanian dan pembangunan wisata, salah satunya bibit jagung yang tahan air, tahan penyakit
dan tahan kering. Bibit padi tahan air dan tahan kering, serta dermaga yang memadai untuk wisata Giliyang , serta pelatihan peningkatan Pokdarwis.

“Saya berharap nanti ada pelatihan penguatan pada pokdarwis, agar wisata yang ada di Kecamatan Dungkek ini semakin meningkat dan berkembang,” Ungkapnya.
Dalam musrembangcam ini dihadiri oleh seluruh UPT Kecamatan Dungkek, Kepala Desa dan BPD Se- Kecamatan Dungkek, dan Tentunya Forpinka Kecamatan Dungkek. (Fin)

LEAVE A REPLY