Hasanuddin, Berjuang Dengan Keterbatasan

oleh
Hasanuddin Saat di Sela-sela Kegiatannya

Penulis : Heri

SUMENEP, SOROTPUBLIK.COM Berjuang memang merupakan kewajiban bagi setiap individu untuk menentukan arah kesuksesannya dikemudian hari. Sama saja dengan propesi seorang guru. Mereka berjuang demi melaksanakan amanat pembukaan UUD 45, yakni ikut mencerdaskan kehidpan bangsa. Seperti itulah perjuangan seorang guru untuk mencerdaskan anak bangsa di negri ini.

Seperti lelaki kelahiran Sumenep, 20 Maret 1976 di Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Hasanuddin, lelaki yang banyak mengispirasi jutaan orang di indonesia. Dengan keterbatasan yang dimilikinya ia mampu melakukan perjuangannya dalam pendidikan di Kabupaten Sumenep dengan baik.

Hasanuddin seorang tenaga pengajar di Madrasah Hidayatus Sibyan Desa Batang-Batang Laok, Kecamatan Batang-Batang. Dengan keterbatasan Tangan dan kakinya yang mengalami cacat sejak lahir. Namun semangatnya untuk mendidik anak bangsa ini cukup kuat.

“Saya memang cacat, tapi semangat saya tidak pernah cacat dalam mengajar murid saya,” tegas lelaki yang dipanggil Hasan ini di ruang kerjanya.

Baginya Dalam pengabdian terhadap bangsa memanglah harus tidak mengenal kata lelah dan pamrih. Harus didasari dengan keluasan nurani dan lapang dada. Jika tidak, apa yang dilakukannya sejak tahun 1995 tidak akan mendapatkan apapun kelak. Hanya mendapatkan keuntungan yang bersifat sementara saja.

“Saya mengajar ini bukan untuk mencari pendapatan, saya melakukannya karena saya ingin berbagi ilmu yang bermanfaat kepada anak-anak, dan menjadikan anak-anak didik saya ini menjadi orang sukses, dan pastinya berharap bisa jadi ladang pahala, Karena saya yakin meski saya tidak mendapat apa-apa nanti Allah akan membalasnya,” imbuhnya

Dedikasinya yang tiada batas ini mendapat perhatian dari beberapa kalangan. Pada tanggal 21 Agustus 2015 Hasan mendapat penghargaan dari dompet dhuafah sebagai inspirator dalam dunia pendidikan yang disiarkan langsung di stasium televisi TVRI Jakarta.

Kesehariannya dihabiskan dengan aktifitasnya di Madrasah dan membantu istrinya melakukan aktifitas rumahan yang bisa ia lakukan, serta menjadi tenaga pembungkus kripik di tetangganya dan membuat gelang tangan untuk menambah pendapatannya, serta berbisnis Pulsa rumahan. Sesekali Hasan juga megajar les bagi murid-muridnya di rumahnya serta memberikan pelajaran Al-Quran pada anak-anak di sekitar rumahnya.