Toko Hangus Dilalap Api, Pemilik Laundry di Sumenep Rugi Nyaris 100 Juta

oleh
Petugas kepolisian memasang police line di toko Syahril Laundry di Jalan Raya Lenteng, Sumenep yang terbakar akibat kebocoran tabung LPG. (Foto: Ist/SorotPublik)

Penulis: Heri/Kiki

SUMENEP, SOROTPUBLIK.COM – Sungguh malang nasib Holifatun Mariama (31). Pasalnya, warga Dusun Ares Tengah, Desa Talang, Kecamatan Saronggi, Sumenep, Madura, Jawa Timur itu, merugi hampir Rp 100 juta akibat toko laundry miliknya hangus dilalap si Jago Merah.

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Mohammad Heri menjelaskan, peristiwa nahas menimpa usaha di Jalan Raya Lenteng, Dusun Sarpereng Selatan, Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng itu, berawal pada Selasa pagi (27/11/2018) sekira pukul 07.30 WIB.

Saat itu, pekerja Syahril Laundry, Ernawati (30) dan Homsiah (40) membuka toko untuk memulai pekerjaan mencuci dan menyetrika baju. Namun karena tabung gas LPG yang digunakan untuk pengering habis, Ernawati membeli tabung gas LPG ke toko milik Mimah di sebelah utara Kantor PLN Lenteng yang berjarak sekitar 10 meter dari toko tempatnya bekerja.

“Sekira pukul 08.15 WIB, tabung gas LPG dipasang ke mesin pengering. Setelah itu diketahui tabung gas LPG bocor, namun Ernawati terus berusaha untuk memasang dan akhirnya keluar api dari tabung gas LPG tersebut,” jelas Heri, Selasa (27/11/2018).

Kaget, Ernawati dan Homsiah langsung keluar toko dan berteriak minta tolong kepada orang sekitar. Namun tak perlu lama, api sudah membesar dan mengenai baju-baju yang akan disetrika, sehingga menjalar ke seluruh toko.

“Kemudian datang banyak warga yang membantu untuk memadamkan api tersebut. Sekira pukul 08.50 WIB, datang 1 (satu) unit truk pemadam kebakaran, sehingga api dapat dipadamkan,” terang Heri.

Beruntung, tidak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut. Namun, kerugian material dialami pemilik laundry sekira Rp 90 juta.

Adapun barang-barang yang rusak akibat kebakaran di TKP, berupa 4 unit mesin cuci, 1 unit mesin pengering, 1 unit tabung setrika uap, 2 unit setrika, 2 meja terbuat dari besi, 3 unit meja terbuat dari kayu, dan 1 unit rak baju.

“Termasuk 2 unit tabung LPG, 3 unit kursi kayu, 1 unit dispenser, dan sebagian baju milik pelanggan ada yang kebakar,” tandas Kasubag Humas Polres Sumenep.