Tingkatkan Solidaritas Warga dan Anak-anak, Remas Ponpes Miftahul Huda Jember Gelar Gema Takbir 2019

oleh
Gema Takbir 2019
Antusiasme masyarakat dan anak-anak dalam perlombaan Gema Takbir 2019 di Ponpes Miftahul Huda Dusun Sumbersari, Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Jember. (Foto: M. Ibnu AS/SorotPublik)
loading...

Penulis: M. Ibnu A.S.
Editor: Kiki

JEMBER, SOROTPUBLIK.COM – Dalam rangka membangun solidaritas dan syiar Islam pada masyarakat, Remaja Masjid (Remas) Pondok Pesantren Miftahul Huda Dusun Sumbersari, Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Jember menggelar Gema Takbir Hari Raya Idul Adha 1440 H.

Kegiatan takbir keliling yang merupakan agenda rutin setiap tahun tersebut mendapatkan antusiasme yang besar dari masyarakat sejak dimulai ba’da Maghrib hingga berakhir pada pukul 20.00 WIB, Minggu (11/08/2019) malam.

Loading...

Mulanya, warga berkumpul di halaman Masjid Darussalam komplek Ponpes Miftahul Huda. Selanjutnya mereka berkeliling Dusun Sumbersari, Desa Mayangan sambil menggelorakan takbir.

Ustadz Imam Bukhori selaku Ketua Panitia Pelaksana Gema Takbir 2019 memaparkan, tujuan kegiatan tersebut selain bentuk peringatan Hari Raya Idul Adha, juga sebagai sarana syiar Islam dan menggemakan takbir untuk semua lapisan masyarakat.

Peserta Gema Takbir kali ini pun berbeda. Tak hanya dari kalangan santri, tapi juga melibatkan masyarakat umum yang tumpah ruah di satu tempat dalam satu momen kebersamaan.

“Selama ini kegiatan yang ada hanya terfokus ke jenjang usia dan pendidikan saja. Oleh sebab itu, kita gagas kegiatan yang bisa diikuti oleh semua kalangan,” ujar Imam Bukhori, Senin (12/08/2019).

Gema Takbir kali ini, kata dia, panitia juga menyediakan sejumlah hadiah. Di antaranya berupa kompor, kipas angin, dan aksesoris gadget untuk menarik simpatik warga.

Tak ayal, kegiatan tersebut mendapat tanggapan positif dari warga setempat. M. Husain, salah sati warga Dusun Sumbersari menyebut agenda Gema Takbir itu sangatlah bagus dalam membangun solidaritas antar warga.

“Kegiatan semalam dapat membangun kekompakan warga sini untuk saling bergotong royong dan meningkatkan iman kita agar lebih mencintai agama,” ungkapnya.

Namun, kesuksesan Gema Takbir 2019 bukan tanpa kendala. Tantangan dalam kegiatan tersebut, kata Imam Bukhori, yaitu perihal pendanaan yang hanya mengandalkan iuran panitia, kas pondok dan Remas, yang menyebabkan kecilnya nominal hadiah.

“Semoga tahun depan lebih maksimal dan meriah dengan adanya sponsor yang dapat kita ajak untuk kerjasama dalam kegiatan rutinan ini,” harap Imam Bukhori.