Tak Transparan Hasil Tes Tulis Panwascam Disoal

0
333

Penulis : Doess

SUMENEP, SOROTPUBLIK.COM – Hasil tes tulis rekrutmen anggota Panwascam Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang diselenggarakan Kamis (5/10) lalu resmi diumumkan Minggu (15/10) kemarin disoal. Penyebabnya tak lain karena panitia dituding initializing.

Berdasarkan berita acara rapat pleno panitia pengawas pemilihan umum Kabupaten Sumenep nomor 13BA.BAWASLU-PROV.JI-26/X/2017, menyisakan persoalan di berbagai kalangan.

Ketua IKA UINSA Koorda Sumenep, Hambali Rasidi dalam rilisnya yang disebar ke sejumlah media mengatakan, dari beberapa temuan, hasil tes tulis terindikasi tidak transparan.

Indikasinya, dari pengumuman yang dinyatakan lulus tes tulis, tidak ada keterangan, termasuk keterangan nilai enam peserta setiap kecamatan yang dinyatakan lulus pun tidak ada.

Kata Hambali seharusnya, panitia Rekrutmen mencantumkan nilai atau hasil tes tulis peserta sebagai acuan yang dinyatakan lulus dan tidak.

“Muncul kesan rekrutmen panwascam Sumenep tak transparan, karena tidak mencantumkan nilai,” paparnya, Senin (16/10).

Mestinya, tegang Hambali, panitia mengumumkan seluruh hasil tes, baik yang lulus lebih-lebih mereka yang dinyatakan gagal masuk ditahapan berikutnya.

“Boleh saja saya menafsiri atau menduga, jangan-jangan yang dinyatakan lulus sudah berdasar titipan,” tambahnya.

Hambali menambahkan, kalau kerja anggota Panwaskab Sumenep profesional, bersikaplah transparan, agar seluruh pihak yang berpartisipasi baik langsung maupun sekedar mengamati bisa puas.

“Biar ratusan peserta tes tulis puas atas hasil yang diumumkan, sejak kemarin saja, saya banyak menerima aduan dari peserta rekrutmen panwascam,” terangnya.

Hambali pun menuding, beberapa peserta yang lulus seleksi tes tulis memiliki hubungan pertemanan dan kekeluargaan dengan sejumlah komisioner Panwaskab Sumenep.

“Indikator ini mengundang kecurigaan setelah pengumuman hasil tes tulis tidak transparan, ini real dilapangan,” terangnya menyampaikan.

Lebih jauh lagi, tiga nama yang akan lulus di masing-masing kecamatan pun sudah terdengar dan santer jadi bahan pembicaraan.

“Sebelumnya sudah terdengar siapa saja yang akan diterima tiga orang ditiap kecamatan sebagai anggota panwascam. ini saya akan buktikan nama nama yang beredar nanti,” tukasnya.

Untuk itu, mantan aktivis PMII Surabaya ini berencana berkirim surat ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Bawaslu Jatim tentang temuan diatas.

“Saya menunggu hasil finalnya dulu. Saya berharap, surat yang akan kami layangkan ke DKPP dan Bawaslu Jatim bisa menjadi bahan evaluasi atas kinerja panwaskab Sumenep. Sehingga pelaksanaan pesta demokrasi benar diawasi secara serius,” pungkasnya.

Ketua Panwaskab Sumenep, Hosnan Hermawan saat hendak dikonfirmasi melalui sambungan telepon pribadinya berkali-kali tidak aktif.

Tidak cukup sampai disitu, media Sorot Publik mencoba konfirmasi ke komisioner yang lain Imam Syafie, telepon pribadinya juga tidak bisa dihubungi.

LEAVE A REPLY