STAIN Pamekasan Kembali Didemo Mahasiswa

0
393

Penulis : Nanang

PAMEKASAN, SOROTPUBLIK.COM – Puluhan Mahasiswa kembali menggelar aksi demonstrasi ke Perguruan Tinggi  Agamai Islam Negeri Pamekasan, Madura Jawa Timur, kamis 26 Oktober 2017. Aksi demo kali ini, dilakukan oleh puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Peduli Kampus (FMPK).

Aksi demo yang  dillakukan oleh FMKP ini, menuntut Pimpinan STAIN Pamekasan segera melengkapi Sarana Prasarana (Sarpras) yang di anggap kurang memadai dan tidak sesuai dengan standarisasi yang diberlaku.

Uswatun Hasanah, selaku orator dalam aksi tersebut mengungkapkan dengan suara kerasnya bahwa Mahasiswa harus bangkit dari tidurnya untuk menyuarakan hak-hak Mahasiswa dan meminta terhadap pimpinan untuk melengkapi Sarana yang di nilai kurang memadai.

“Aksi kami hari ini bukan atas unsur kepentingan pribadi, kami disini melakukan aksi ini tidak lain untuk menuntut hak-hak kami selaku Mahasiswa. Kami menuntut agar pihak petinggi kampus STAIN Pamekasan segera melengkapi Sarpras yang menjadi keresahan Mahasiswa selama ini,” tutur Uswahtun Hasanah saat berorasi, Kamis (26/10).

Joni, salah seorang orator lainnya juga menegaskan, aksi yang dilakukan pihaknya tetsebut tidak dalam rangka untuk menghakimi pimpinan Stain Pamekasan dan pihak yang terkait. Akan tetapi, itu adalah bentuk kepeduliannya terhadap kemajuan dan kebaikan Stain Pamekasan kedepannya.

“Maka dari itu kami mengharap pimpinan Stain Pamekasan bisa merespon positif dengan adannya aksi kali ini. Segela fasilitas yang di butuhkan oleh Mahasiswa harus dipenuhi,” tandas joni.

Sementara itu, mengenai tuntutan Mahasiswa tersebut pihak pimpinan akan membenahi kekurangan fasilitas yang ada di kampus STAIN Pamekasan. Kesepakatan itu, dibuktikan dengan cara menandatangani tuntutan dari Mahasiswa tersebut.

“Sarana yang banyak rusak biar nanti langsung di ganti oleh petugas STAIN. Terimaksih Mahasiswa sudah mengigatkan saya untuk membenahi kekurangan pasilitas yang ada di kampus STAIN ini. Dan terimaksih dalam aksi mahasiswa tidak membakar Ban,” jelas Mohammad Kosim.

LEAVE A REPLY