Semester Pendek Dihapus, Mahasiswa IAIN Jember Tuntut Pihak Dekanat

oleh
Semester Pendek Dihapus, Mahasiswa IAIN Jember Tuntut Pihak Dekanat
Suasana audiensi mahasiswa Fakuktas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Jember dengan pihak Dekanat fakultas. (Foto: Nizar Baihaqi/SorotPublik)

Penulis: Nizar Baihaqi/Kiki

JEMBER, SOROTPUBLIK.COM – Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Jember, Jawa Timur menggelar audiensi dengan pihak Dekanat fakultas terkait penghapusan Semester Pendek (SP).

Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Jember, Nasiruddin menuturkan, tuntutan paling penting dalam audiensi tersebut mengenai kejelasan kurikulum dan sarana prasana.

Loading…

“Tuntutan kami berdasarkan Surat Edaran Nomor: 271/ln.20/3/pp.00.9/06/2019 tentang Pemberitahuan Program Semester Pendek (SP) yang ditiadakan dan terpenuhinya ruang praktikum program studi (prodi) Eksakta dan Bahasa,” kata Nasir, Senin (22/07/2019).

Mashudi selaku Wakil Dekan 1 IAIN Jember membenarkan bahwa program Semester Pendek (SP) memang dihapus. Namun, kata dia, ada program pengganti yang sudah disiapkan fakultas.

“Program SP untuk tahun ini ditiadakan, namun diganti dengan Semester Antara dan program Konvensi Nilai,” ungkapnya.

Sementara Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FTIK, Anwari mempertanyakan pernyataan pihak Dekanat itu. Pasalnya, belum ada kepastian dari pihak fakultas jika memang ada solusi atas penghapusan program SP.

“Kalau memang ada solusi dari pihak fakultas, kami meminta Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Semester Antara dan Konvensi Nilai tersebut. Tapi jawaban dari pihak fakultas masih belum ada,” ujar Anwari.

Selain itu, Anwari juga menanyakan nasib ruangan laboratorium bagi Prodi IPA, Biologi dan Matematika. Sebab, sudah lebih dari 4 tahun prodi yang notabenenya eksakta tersebut masih belum mempunyai ruangan laboratorium yang memadai.

“Ruangan yang dipakai untuk praktikum hanya satu ruangan saja dan digunakan oleh prodi IPA, Biologi dan Matematika,” jelas dia.

Sayangnya, mahasiswa FTIK masih harus bersabar. Sebab, dari semua tuntutan yang disampaikan, pihak Dekanat masih belum memberikan keputusan, khususnya terkait laboratorium.

“Iya, itu masih akan diusahakan dan akan didiskusikan kembali bersama dengan kepala labolatorium terkait permintaan ruangan tersebut,” kata Ainur Rofik, Dekan 2 FTIK IAIN Jember.