PPDB Tingkat SD Tahun 2019 di Sumenep Padukan Dua Sistem

Sabtu, 22 Juni 2019 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Disdik Sumenep, Drs. Bambang Irianto, M.Si saat ditemui di ruangannya. (Foto: Heri/SorotPublik)

Kepala Disdik Sumenep, Drs. Bambang Irianto, M.Si saat ditemui di ruangannya. (Foto: Heri/SorotPublik)

Penulis: Heri/Mi/Kiki

SUMENEP, SOROTPUBLIK.COM – Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tahun 2019, berbeda dari tahun sebelumnya.

Kali ini, PPDB di kabupaten ujung timur Pulau Madura itu memadukan dua sistem, yakni sistem Daring (Online) dan sistem Luring (Offline).

Kepala Disdik Sumenep, Drs. Bambang Irianto, M.Si melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD, Fajarisman menjelaskan, hal itu dilakukan guna mengikuti perkembangan era Industri 4.0.

“Untuk yang SD memang domainnya adalah offline, tetapi sekarang era Teknologi 4.0 (For Poin Zero, red), era industrialisasi, kami di SD memadukan Daring (Online) dan Luring (Offline). Tahun depan kita insyaallah sudah daring semua,” kata Fajarisman di ruang kerja Kepala Disdik Sumenep, Jumat (21/06/2019) kemarin.

Saat ini, sambung dia, sistematika PPDB online tingkat SD hanya bisa diterima melalui dua aspek saja. Sebab, jalur prestasi SD belum ada, karena sekolah TK maupun RA tidak wajib menjadi dasar pertimbangan.

“Untuk yang SD itu hanya dua jalur, karena di SD tidak mengenal prestasi, karena TK dan RA tidak wajib sebagai dasar untuk menjadi pertimbangan masuk sekolah. Tetapi kalau yang SMP ketiga jalur itu di efektifkan,” ungkapnya.

Meskipun demikian, dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) 51, tanggal 31 Desember tahun 2018, sebagai dasar dari pelaksanaan PPDB 2019-2020 yang diperkuat dengan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 25, tanggal 27 Maret tahun 2019 tentang PPDB dijelaskan bahwa tahun 2019 meliputi tiga jalur.

“Perlu diketahui bahwa pada pelaksanaan PPDB tahun ini menerapkan tiga jalur, yakni; jalur zonasi, prestasi, dan perpindahan domisili. Itu semuanya akan menjadikan rujukan dalam rangka pelaksanaan PPDB di RA,” tegas Fajar.

Namun, dari ketiga jalur itu masing-masing memiliki persentasenya. Yakni sistem Zonasi 90 persen, Jalur Prestasi 5 persen, dan Jalur Kepindahan 5 persen, sehingga totalnya 100 persen.

“Apabila jalur perpindahan domisili dan jalur prestasi tidak dicapai yang 5 persenan itu, akan menjadi akumulatif dari 90 persen. Artinya 90 persen itu bertambah dari sisa yang belum dicapai,” pungkas Fajar.

Berita Terkait

Tempat Pengelolaan Ikan Asin Dikeluhkan Warga
Kadisdik Restui Study Tour SMPN 1 Sumenep
Kapolres Datangi Bupati Kabupaten Sumenep
Pengendara Sepeda Motor Seruduk Mobil Tronton
Puluhan Pohon di Wilayah Pantura Tumbang
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Diduga Mencari Pencitraan
Warga Desa Campaka Tolak Pembangunan Tower
Stetmen Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Dipertanyakan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 11:00 WIB

Tempat Pengelolaan Ikan Asin Dikeluhkan Warga

Selasa, 20 Januari 2026 - 07:26 WIB

Kadisdik Restui Study Tour SMPN 1 Sumenep

Senin, 19 Januari 2026 - 21:05 WIB

Kapolres Datangi Bupati Kabupaten Sumenep

Rabu, 14 Januari 2026 - 06:20 WIB

Pengendara Sepeda Motor Seruduk Mobil Tronton

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:07 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Diduga Mencari Pencitraan

Berita Terbaru

BERITA TERKINI

Tempat Pengelolaan Ikan Asin Dikeluhkan Warga

Sabtu, 24 Jan 2026 - 11:00 WIB

BERITA TERKINI

Kadisdik Restui Study Tour SMPN 1 Sumenep

Selasa, 20 Jan 2026 - 07:26 WIB

BERITA TERKINI

Kapolres Datangi Bupati Kabupaten Sumenep

Senin, 19 Jan 2026 - 21:05 WIB

Ilustrasi kecelakaan motor

BERITA TERKINI

Pengendara Sepeda Motor Seruduk Mobil Tronton

Rabu, 14 Jan 2026 - 06:20 WIB

PEMERINTAHAN

Bumdes Bunga Desa Gelar Musyawarah Desa dan Santunan Anak Yatim

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:21 WIB