Penjahit Keliling Berpenghasilan Pantastis Perhari

0
711

Penulis : Doess

SUMENEP, SOROTPUBLIK.COMDengan bermodalkan mesih yang telah dimodifikasi menjadi becak motor (Bentor) penjahit ini dapat meraup penghasilan bersih sebesar Rp200 ribu perharinya.

Taufik namanya, umur 36 tahun, asal warga Desa Parsanga, ia sehari-hari menjual jasa sebagai tukang jahit keliling di wilayah Kecamatan Kota Sumenep, Madura Jawa Timur. Tak heran bila Taufik memberi nama usaha jahit kelilingnya ini dengan sebutan “Jaling” jahit keliling.

Sudah setahun lebih lima bulan ia melakoni profesi ini. Karena tak memiliki cukup modal untuk menyewa tempat, Taufik pun rela menyusuri setapak demi setapak keliling wilayah kota hingga ke wilayah pinggiran demi mencari pelanggan yang ingin mempergunakan  jasanya.

Dengan telaten dan penuh rasa sabar, Taufik meladeni pelanggan yang mempergunakan jasanya itu diatas becak motornya tempat ia dudukkan mesin jahitnya. Kemudian, dengan tangan terampilnya itu ia mulai menjahit helai demi helai pakaian dengan menuruti kehendak konsumen.

Taufik mengatakan, konsumen itu kebanyakan ada yang memperbaiki dan merombak pakaian atau celana. Ada yang menambal celana robek, mengganti resleting, serta ada pula yang mengecilkan atau membesarkan ukurannya. Untuk ongkos ia hanya mematok Rp10.000 per potong.

“Lumrahnya kalau disini ¬†di sumenep disebut tukang permak,” ucapnya. Selasa (30/05).

Meskipun hanya seorang penjahit keliling, namun keahliannya tak perlu diragukan lagi. Ia tak kalah dengan penjahit-penjahit lainnya. Terbukti, banyak pelanggan yang menggunakan jasanya itu. Bahkan ia bisa meraup keuntungan minimal Rp.3jutaan dalam sebulan, terlebih dibulan Ramadhan ini penghasilannya jadi meningkat.

“Biasanya pelangan saya nelpon ketika ingin menjahit sesuatu, pelanggannya dari kota hingga pinggiran,”paparnya.

Taufik berharap suatu saat nanti tidak sekedar menjadi tukang jahit keliling. Dirinya juga berkeinginan memiliki tempat usaha, dan melebarkan usaha yang digelutinya ini tanpa harus meninggalkan profesinya sebagai tukang jahit keliling.

“Kedepan kalau saya punya usaha sendiri dari hasil ngumpulin jahit keliling akan membuat usaha tempat menjahit sendiri, tehniknya tetap akan memanfaatkan jaring dari jahit keliling ini,” harapnya.

Sementara seorang pelanggan di Jl.KH. Mansyur, Sundari mengaku puas atas hasil jahitan dari pak Taufik.

“Hasilnya bagus ko’ tidak kalah bersaing dengan tukang jahit lainnya,” terangnya.

LEAVE A REPLY