Ormas Pademawu Datangi Kantor Kecamatan

0
282

Penulis : Nanang

PAMEKASAN, SOROTPUBLIK.COMSejumlah massa yang bergerak dalam Organisasi Masyarakat Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur, rabu (14/06) pagi, ngeluruk kantor kecamatan setempat.

Mereka menuntut transparansi Dana Desa dan raskin 2016 di Kecamatan Pademawu yang di tengarai carut marut. Pasalnya, pihaknya mengantongi beberapa data temuan dugaan penyimpangan Dana Desa dan raskin tersebut yang dilakukan oleh oknom kades di lingkungam kecamatan setempat.

“Kami sengaja datang ke kantor balai kecamatan pademawu untuk beraudensi dengan Camat dan dihadiri oleh para kepala desa, karena kami mengantongi data temuan dugaan penyimpangan dana desa dan raskin 2016,” Kata Agus, Korlap Aksi Organisasi Masyarakat Pademawu.

Data yang mereka kantongi tersebut, salah satunya yakni ada tiga desa yang tidak pernah mengambil raskin selama setahun. Pihaknya menengarai, 12 bulan raskin itu di tebus satu kali tebus oleh desa yang dimaksud, sehingga menduga ada pencucian uang yang sumber dananya dari Dana Desa.

“Kami rasa ada dugaan kuat penyimpangan dana desa, sebab sebelumnya desa-desa terkait itu untuk bayar 1 bulan raskin saja tidak bisa atau nunggak, dan faktor itulah yang mengakibatkan terjadinya carut-marut realisasi dana desa yang berimbas kepada tersendatnya program dana desa,” Terang Agus menjelaskan.

Sementara itu, Camat Pademawu H.syaifullah farid wadjdi, saat dikonfirmasi Media Online sorotpublik.com menyatakan, pihaknya sangat apresiatif kepada pihak ormas karena tidak mau menjastivikasi desa-desa tersebut.

“Kami menyambut baik kedatangan Ormas yang bersedia berkordinasi dengan pihak kami, dan hasil temuannya itu nanti akan kami jadikan bahan evaluasi kami untuk kesepan lebih baik,” Kata Camat Pademawu, Rabu (14/06).

Dialog Ormas dengan pihak kecamatan pademawu, berlangsung selama sekitar satu jam. Usai melakukan aksinya, Ormas tersebut kemudian membubarkan diri. Kendati demikian, jika harapannya tersebud tidak di indahkan maka pihaknya akan melanjutkan persoalan tersebut ke ranah hukum.

LEAVE A REPLY