Oknum Guru Olah Raga di Demo Siswanya

oleh
Saat para siswa berdemo di sekolahnya

Penulis : Nanang

PAMEKASAN, SOROTPUBLIK.COM – Puluhan Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura Jawa Timur, mendemo guru olahraganya. Mereka protes, karena guru tersebut kerap memberikan pelajaran olahraga yang keras dan melontarkan kata-kata kasar.

Menurut RD, salah seorang orator siswi yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, aksi demo yang digelar di halaman sekolahnya itu meminta agar oknum guru olahraga arogan tersebut dipindah tugaskan ke sekolah lain.

Menurutnya, Ia dan seluruh temannya di sekolah tersebut tidak mau dengan perlakuan guru pendidik tersebut yang tidak pernah mendidik secara wajar, melainkan mendidik dengan cara kasar.

“Masak kami dikatakan belettang (kepiting), bodoh, goblok dan miskin,” tutur RD siswi kelas IX mewakili temannya, kepada sorotpublik.com, Rabu (11/10).

Pernyataan RD ini, juga dibenarkan oleh semua siswa-siswi yang ada di sekolah itu. Pasalnya, perlakuan kasar oknom guru olah raga tersebut sudah berlangsung cukup lama dan sampai sekarang tidak ada perubahan.

“Kami berharap guru olahraga itu dipecat, kalaupun tidak ya dipindah ke sekolah lain saja, pokoknya dia harus secepatnya keluar dari sekolah kami,” ujar siswa lainnya penuh semangat.

Aksi demo ini sempat memanas, namun untuk meredam emosi para siswa yang berdemo, Kepala Sekolah SMPN 1 Tlanakan, Syamsul Arifin mencoba menengahinya. Saat di konformasi wartawan dihadapan siswa pendemo, ia menyatakan bahwa untuk persoalan ini akan ia serahkan sepenuhnya ke pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan.

“Memang keluhan siswa itu sudah lama kami dengar, bahkan kami sempat menegurnya, namun hanya secara lisan saja. Tapi demi lancarnya proses belajar mengajar kami pasrahkan pak Hendri itu ke Dinas Pendidikan untuk menjaga hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan Moh Tarsun mengatakan akan memanggil dan ‘mengantorkan’ guru olahraga SMPN 1 Tlanakan itu untuk dilakukan pembinaan.

“Kami masih menunggu, mungkin ada sekolah yang mau menerimanya, jadi untuk sementara pak Hendri kita tarik ke diknas,” pungkasnya.