Makam Ronggo Sukowati Kurang Perawatan

oleh

Penulis : Nanang

PAMEKASAN, SOROTPUBLIK.COMPekeburan yang bisanya sunyi senyap, pada Hari Raya Idul Fitrih berubah menjadi ramai. Kebiasaan masyarakat yang sudah menjadi tradisi turun temurun itu, salah satunya terjadi di Makam Ronggo Sukowati jalan Agus Salim Kelurahan Kolpajung Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur, selasa (27/06).

Holis, salah seorang peziarah mengatakan, di pekuburan tempat dikebumikannya Ronggo Sukowati (Raja Pamekasan) seorang pencipta dan pendiri pertama kali kota pamekasan ini,  setiap tahunnya di perayaan Hari Raya Idul Fitrih dan Idul Adha, banyak warga keluar-masuk ke lokasi tersebut untuk berziarah. Warga yang hilir mudik keluar masuk areal pekuburan, tidak hanya warga sekitar, melainkan juga dari luar kabupaten dan bahkan dari luar kota.

“Ini kebiasaan yang kita lakukan. Setiap usai menjalankan ibadah Shalat Ied, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, kami sekeluarga menziarahi makam raja ini,” Kata Holis, salah seorang peziarah saat dikonfirmasi media online sorotpublik.com, selasa (27/06).

Hal senada juga diungkapkan oleh Encung, salah seorang keturunan keluarga besar yang menjadi pewaris juru kunci atau yang merawat pekuburan Makan Ronggo Sukowati Raja Pamekasan. Menurutnya, puncak keramaian pengunjung atau peziarah setiap harinya tejadi mulai dari jam 07.30 sampai jam 12 siang. Apalagi, jika bertepatan pada hari jum at manis. Pasalnya, dihari itu jumlah peziarah semakin padat.

“Kepadatan peziarah ini biasa terjadi disetiap tahunnya mulai dari hari pertama, hingga hari ke 7 pelaksanaan perayaan hari raya. Namun sayang, untuk tahun ini kondisi areal pekuburan makam Ronggo Sukowati sedikit kumuh karena sampah daun pepohonan yang tidak dibersihkan” Jelas Encung.

Kondisi pekuburan makam Ronggo Sukowati Raja Pamekasan saat ini memang amat kurang dijaga kebersihannya, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya saat juru kunci yang menangani pekuburan itu adalah Hanafi, yang biasa menjadi juru kunci atau perawat makam sejak tahun 1965 itu. Sejak meninggalnya Hanafi pada tahun 2015 lalu, kondisi pekuburan setempat tampak kurang perawataan karena pengelolaannya diambil alih oleh pemerintah daerah setempat.

“Kami sangat kecewa karena kondisi pekuburan Makam Ronggo Sukowati Raja Pamekasan saat ini tampak kurang perawatan khusunya dalam hal kebersihannya. Sebab sejak pengelolaannya diambil alih oleh pemkab, juru kunci yang diberi tanggung jawab itu terkesan tidak begitu efektif untuk merawat dan membersihkan sampah daun pepohonan yang mengotori areal pekuburan,” Imbuh Encung.

Encung berharap, pihak pemkab setempat betul-betul lebih selektif jika ingin memberikan tanggung jawab kepada seseorang untuk menjadi penjaga atau juru kunci pekuburan Makam Ronggo Sukowati Raja Pamekasan.

Sebab orang diberi tugas dan tanggung jawab saat ini oleh Dinas Pariwisata dan Budaya Pamekasan tersebut, terkesan lebih mengedepankan pemberian materi dari para peziarah dibandingkan untuk mengurus kebersihan pekuburan. Akibatnya, kelemahan juru kunci makam tersebud telah memberikan kesan ketidak nyamanan kepada para peziarah.