Mahasiswa Tutup Usia Saat Mendaki Gunung Renjani

0
8712

Penulis: Marzuki

Lombok Timur, SOROTPUBLIK.COM – Keindahan Gunung Renjani di Lombom Timur membuat semua orang ingin menikmatinya. Namun dibalik keindahannya, ada saja kejadian memilukan yang dialami pendakinya. Seperti yang dialami oleh Fahrurrozi (21), seorang mahasiswa asal Mataram, NTB. Ia dinyatakan meningal dunia sekitar pukul 14.00 Wita saat mendaki Gunung Renjani.

Korban mendaki bersama 7 rekannya, Andre Yani, Zulkifli, Aldi, Zail, Ilham, Gilang, dan Wiwin. Mereka berangkat dari Sembalun, melalui pendakian Bawak Nao dengan program pendakian selama tiga malam.

“Dihari terakhir, sabtu tadi, rombongan kembali menuju sembalun. Ditengah perjalanan antara pos 2 dan pos 3, tiba-tiba korban mengalami kerram disertai menggigil. Sehingga petugas pendakian yang ada di Pelawangan melapor ke kantor TNGR Resort Sembalun,” terang Nanang selaku saksi dalam keterangan persnya, Sabtu (21/04/2018).

Dengan adanya informasi tersebut, petugas TNGR (Taman Nasional Gunung Renjani) kemudian mengirimkan tenaga medis, yaitu dokter Dedi dan perawat atas nama Muslihadi. Setelah sampai di pos 2 korban sempat diberikan pertolongan pertama, namun korban tidak dapat tertolong.

Lebih jauh, dokter Dedi menjelaskan bahwa korban didudga mengidap penyakit epilepsi. Saat diperiksa olehnya, korban sudah dalam keadaan henti jantung.

“Kita melakukan tindakan pompa jantung. Tapi sekitar 30 menit kemudian korban sudah tidak dapat tertolong lagi,” imbuh dokter Dedi.

Kapolsek bersama anggotanya mengawal penjemputan mayat koraban melalui pendakian SKE. Kemudian mayat korban dibawa ke Mataram yang diserahkan langsung oleh TNGR Resort Sembalun.

LEAVE A REPLY