Lahan Pertanian Mendukung, BPP Kecamatan Pasongsongan Komitmen Kembangkan Potensi Agropolitan

oleh
Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pasongsongan
Koordinator BPP Pasongsongan, Bahtiar Julianto, S.Pt (kanan) bersama Ketua salah satu Kelompok Tani Desa Lebeng Barat, Abd Adim menunjukkan hasil varietas pertanian yang dikembangkan. (Foto: Heri/SorotPublik)

Penulis: Heri/Mol
Editor: Kiki

SUMENEP, SOROTPUBLIK.COM – Banyaknya potensi yang bagus dikembangkan untuk lahan pertanian di Kecamatan Pasongsongan membuat Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur berkomitmen mengelola potensi agropolitan.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pasongsongan, Bahtiar Julianto, S.Pt saat ditemui jurnalis sorotpublik.com di ruang kerjanya menyampaikan, di Kecamatan Pasongsongan lahannya bagus untuk dikembangkan beberapa varian pertanian.

Loading…

“Di sini (Kecamatan Pasongsongan, red)) bagus mengembangkan buah kelengkeng dan beberapa buah lainnya, karena di sini banyak lahan yang terbuka,” ungkapnya, Rabu (14/08/2019).

Abd Adim, Ketua salah satu Kelompok Tani di Desa Lebeng Barat, Pasongsongan membenarkan bahwa potensi kelengkeng di wilayahnya memang bagus dikembangkan. Walaupun sebenarnya ada budidaya kopi asal di desa tersebut yang saat ini menjadi permintaan banyak konsumen.

“Sebenarnya kalau yang lagi banyak permintaan di sini ini kopi. Karena kata penikmat kopi, kopi di sini berbeda dengan kopi yang berasal dari luar kota atau dari Jawa,” jelas Abd Adim.

Namun, baik Koordinator BPP maupun Ketua Kelompok Tani menyatakan, ada kendala yang cukup besar bagi petani dalam mengelola pertanian di Kecamatan Pasongsongan.

Kendala yang saat ini dialami di wilayah tersebut, yakni ketersediaan air yang minim untuk menyiram tanaman lantaran kekeringan yang terjadi akibat musim kemarau.

“Di sini kami butuh sumur bor, agar bisa mengairi tanaman yang kami kembangkan,” ujar Abd Adim.