Istimewa! Upacara Hari Jadi Sumenep ke-749 Disaksikan Para Raja se-Asia Tenggara

oleh
Suasana Upacara Hari Jadi Sumenep ke-749 di depan Masjid Jamik Sumenep. (Foto: Heri/SorotPublik)

Penulis: Ismi/Kiki

SUMENEP, SOROTPUBLIK.COM – Suasana upacara di halaman Masjid Jamik Sumenep, Madura, Jawa Timur, hari ini, Rabu (31/10/2018) sangat berbeda. Semua yang mengikuti upacara tersebut terlihat berseragam bangsawan zaman keraton, kecuali siswa-siswi sekolah.

Tak heran, sebab upacara itu digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sumenep yang ke-749. Sehingga semua peserta diwajibkan memakai pakaian Adat Keraton Sumenep, sementara siswa-siswa diwajibkan memakai seragam sekolah dengan atasan batik.

Tak hanya itu, bahasa yang digunakan dalam upacara yang diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sumenep itu, juga menggunakan bahasa Madura.

Salamet are dhaddina Kabupaten Songennep se kapeng 749. Malar mogha sadaja magar sare se badha edaradan Songennep tor se badha e kapoloan teptepbba jembar tentrem (Selamat Hari Jadi Kabupaten Sumenep yang ke-749. Semoga semua rakyat yang ada di daratan maupun kepulauan Sumenep tertram dan sejahtera),” kata Bupati, KH A. Busyro Karim dalam sambutannya, Rabu (31/10/2018).

Kenapa upacara Hari Jadi Sumenep tersebut menggunakan Bahasa Madura? Bupati Busyro mengungkapkan, alasan besar di balik semua adalah upaya memelihara adat dan bahasa sebagai kekayaan daerah.

“Jangan hilang adat kita, jangan hilang bahasa kita, karena bagaimanapun juga kita ini adalah ‘oreng Songenep’. Jadi harus menghormati apa yang kita miliki ini,” jelas Bupati dua periode tersebut.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, upacara Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-749 juga sangat istimewa. Sebab, upacara tersebut diikuti dan disaksikan oleh para raja dan sultan, serta permaisuri dari keraton se-Asia Tenggara.

“Keistimewaan upacara hari ini yaitu upacara ini disaksikan oleh para raja. Semua mata, tidak hanya Nasional, karena yang datang ada dari Filipina, Malaysia, dan lainnya. Beberapa negara itu tahu, walaupun tidak ngerti bahasanya,” ucap Bupati Busyro.