Harga Tembakau Rusak, Ketua Sementara DPRD Sumenep Sidak Gudang Besar Tembakau

oleh -789 views
Sidak Gudang Tembakau
Ketua Sementara DPRD Sumenep, Hamid Ali Munir saat lakukan sidak ke gudang tembakau PT Kahuripan Semesta Patean, Sumenep. (Foto: Hairul/Mata Madura)

SUMENEP, SOROTPUBLIK.COM – Para pedagang tembakau di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tahun ini benar-benar dibuat pusing lantaran harga tembakau yang rusak, bahkan sulit untuk menemukan pembeli.

Hal itulah yang membuat Hamid Ali Munir, Ketua Sementara DPRD Sumenep melakukan sejumlah upaya, termasuk melakukan sidak ke Gudang Besar PT Kahuripan Semesta yang biasa menyerap tembakau petani.

Sidak kali ini dilakukuan untuk mengetahui alasan pasti kenapa gudang tembakau berhenti melakukan pembelian. Sehingga, banyak petani dan tengkulak kebingungan menjual tembakaunya.

“Kami akan berusaha mencari jalan terbaik, karena mayoritas warga sumenep bergantung pada hasil tembakau ini,” ucap Hamid, Kamis (19/09/2019).

Setelah berdiskusi panjang, akhirnya diketahui penyebab PT Kahuripan Semesta di Desa Patean, Kecamatan Batuan yang ditunjuk sebagai perwakilan dari PT Gudang Garam menghentikan pembelian.

Ternyata, dana yang disediakan oleh kantor pusat tahun ini lebih sedikit. Sehingga, PT Kahuripan Semesta terpaksa harus menghentikan pembelian serta tutup gudang lebih awal.

Akibatnya, saat ini banyak tumpukan tembakau milik para tengkulak di gudang tersebut yang belum ada kepastian dibeli atau tidaknya. Sementara para pedagang tidak bisa berbuat banyak, kecuali hanya bisa menunggu sampai tembakaunya laku.

“Kami akan segera mengirimi surat kepada kantor pusat PT Gudang Garam. Harusnya mereka melakukan sosialisasi ke bawah jika memang tidak mau melakukan pembelian, sehingga petani tidak terlanjur menanam dalam jumlah terlalu banyak,” lanjut Hamid.

Selain itu, ia juga berharap pemerintah pusat segera turun tangan. Karena ini merupakan permasalahan yang cukup kompleks bagi para petani yang terlanjur mengeluarkan banyak modal, namun hasil tani tembakaunya tidak laku.

Penulis: Hairul
Editor: Helmy