Harga Tembakau Anjlok, Sebabkan Sumenep Deflasi 0,05 Persen

0
232

Penulis : Doess

SUMENEP, SOROTPUBLIK.com – Pada bulan Oktober 2016 Sumenep terjadi Deflasi sebesar 0,14 persen, sedangkan Nasional mengalami inflasi sebesar 0,14 persen.

Dari tujuh kelompok pengeluaran, empat kelompok mengalami deflasi dan tiga kelompok mengalami inflasi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS ) Sumenep, Madura Jawa Timur, Suparno mengatakan, kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,39 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,05 persen, kelompok sandang sebesar 0,69 persen, kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,11 persen.

“Kelompok yang mengalami inflasi adalah kelompok perumahan,air. listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,08 persen, rekreasi dan olahraga sebesar 1,01 persen,” Paparnya. Kamis (3/11/16)

Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi adalah uang kuliah perguruan tinggu (PT), cabai merah, tongkol pindang, bayam, kelapa, layang/benggol, beras jagung, tarif listrik, daging sapi dan udang basah.

Menurutnya, tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Oktober 2016) Sumenep sebesar 1,12 persen, Jawa Timur sebesar 1,82 persen dan Nasional sebesar 2,11 persen.

Tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober- 2016 terhadap Oktober 2015) Sumenep sebesar 2,21 persen, Jawa Timur sebesar 2,74 persen dan Nasional sebesar 3,31 persen.

LEAVE A REPLY