Gejolak JFC Bangkitkan Kesadaran Santri Jember Turun Aksi

oleh
Pro Kontra JFC
Wakil Bupati Jember, KH. Muqit Arief (baju putih tengah) dan Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo S.H., S.I.K., M.H. (samping kiri Wabup) saat menemui peserta aksi di hadapan kantor Pemkab Jember. (Foto: Nurul H/SorotPublik)
loading...

Penulis: Nurul H.
Editor: Kiki

JEMBER, SOROTPUBLIK.COM – Para santri dan tokoh agama turun aksi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember menindaklanjuti kegiatan Jember Fashion Carnaval (JFC) yang dinilai mencoreng citra Kota Jember dengan sebutan Kota Seribu Pesantren.

Aksi massa yang mengatasnamakan Aliansi Santri Jember (ASJ) itu turun jalan sebagai bentuk kecintaan mereka pada budaya dan nilai-nilai yang berlaku di Kabupaten Jember.

Loading...

Dalam aksi tersebut, Wakil Bupati Jember, KH. Muqit Arief menemui para peserta aksi dan memberikan penjelasan mengenai keteledoran pihak penyelenggara JFC.

“Kejadian itu atas keteledoran pihak JFC dan kemarin kami dengan para tokoh agama di Jember sudah bertemu membahas permasalahan ini,” kata Kiai Muqit, Rabu, (07/08/2019).

Ia menegaskan, pihak JFC juga sudah meminta maaf dan berkomitmen ke depannya sebelum dipublikasi harus dipresentasikan terlebih dahulu.

Sementara itu, Gus Fuad salah satu tokoh agama yang hadir dari pondok pesantren Al-Amin, Ambulu, menyatakan akan terus mengawal komitmen yang disampaikan oleh Wabup Kiai Muqit.

“Kami akan mengawal komitmen yang disampaikan wakil bupati tadi, agar tidak terjadi kesalahan yang sama, bahkan lebih buruk dari kemarin,” ungkapnya.

Gus Fuad menegaskan, jika sampai terjadi lagi, maka pihaknya beserta kawan-kawan santri di Jember akan lebih tegas menindaklanjuti hal tersebut.

“Kami ada kepuasan dan sedikit lega karena sudah mendapatkan kejelasan dari hasil pertemuan tadi, namun kelegaan itu harus disertai pembuktian,” imbuh Gus Fuad.